3 Penyakit Ini Intai Pengungsi Tsunami Selat Sunda

Madinah | Risna Halidi
3 Penyakit Ini Intai Pengungsi Tsunami Selat Sunda
Warga menunggu jenazah yang berhasil ditemukan di bawah reruntuhan tsunami di Desa Way Muli, Kalianda, Lampung Selatan, Lampung, Senin (24/12/2018). [Antara/Ardiansyah]

Pelayanan di pos-pos kesehatan bagi korban bencana tsunami Selat Sunda masih terkendala sulitnya akses jalan dan sampah lingkungan.

Suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan sedikitnya ada tiga penyakit yang diderita oleh pengungsi tsunami Selat Sunda yakni hipertensi, gastritis, dan luka ringan akibat tsunami.

Hipertensi sendiri merupakan nama lain dari tekanan darah tinggi. Seseorang akan mengalami kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri) mencapai angka 130/80 mmHg atau lebih.

Hipertensi sangat berbahaya karena jantung akan dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh. Akibatnya, timbul berbagai penyakit seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal jantung.

Gastritis sendiri yakni sebuah kondisi saat lapisan kulit dalam lambung meradang atau mengalami pembengkakan. Gastritis biasa disebut radang lambung dan dapat muncul secara tiba-tiba atau berlangsung dalam waktu yang lama.

Penyakit ketiga adalah luka ringan akibat bencana tsunami seperti tertimpa atau tergores puing-puing.

Dikatakan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, drg. Widyawati, MKM pelayanan di pos-pos kesehatan bagi korban bencana tsunami Selat Sunda masih terkendala sulitnya akses jalan dan sampah lingkungan.

Di pos kesehatan Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung misalnya, akses jalan tidak sesuai aturan Dinas Perhubungan sehingga menyebabkan jalanan macet.

"Selain itu di sekitaran posko juga masih terlihat penumpukan sampah dan hanya dapat diatasi dengan dikumpulkan di kantung plastik kemudian dibakar," tulis rilis yang diterima Suara.com.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS