Ratus, Treatment Favorit Calon Pengantin yang Berbahaya bagi Miss V

Ade Indra Kusuma | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Rabu, 09 Januari 2019 | 06:15 WIB
Ratus, Treatment Favorit Calon Pengantin yang Berbahaya bagi Miss V
Ilustrasi Miss v [shutterstock]

Suara.com - Salah satu treatment favorit dan yang paling direkomendasikan untuk para calon pengantin perempuan adalah ratus vagina. Namun, tahukah kamu kalau ratus miss v itu ada efek bahayanya bagi organ intim perempuan?

Ratus miss v sendiri diklaim bermanfaat membersihkan, mengharumkan, dan menjaga kesehatan area intim sekaligus juga menyeimbangkan kembali hormon perempuan.

Ratus miss v adalah proses penguapan dengan asap yang merupakan hasil pembakaran ratus atau rempah.

Saat melakukan treatment ratus, perempuan akan duduk di atas kursi khusus yang bagian tengahnya sudah dilubangi untuk jalur menguapnya asap.

Panci tanah yang sudah berisi air rebusan ramuan ratus diletakkan di bawahnya. Lalu, uap yang dihasilkan akan mengasapi daerah vagina sekitar kurang lebih 30 menit.

Ramuan air rebusan ratus pada umumnya adalah racikan kayu secang, kunyit, bunga mawar, temu lawak, pala, hingga akar wangi.

Meski dipercaya memiliki manfaat baik bagi organ intim, banyak pakar kesehatan yang tidak merekomendasikan ratus vagina karena menguapi daerah intim justru dapat memicu timbulnya efek samping yang merugikan.

Mary Jane Minkin, M.D., pengajar obstetrics dan gynecology di Yale School of Medicine mengatakan, hawa panas yang dihasilkan ratus berbahaya bagi vagina karena organ intim jadi terasa seperti terbakar.

Apalagi, uap yang dihasilkan adalah uap bersuhu tinggi sehingga sangat mungkin memberikan risiko luka bakar. Tidak hanya itu, ratus vagina juga bisa mengacaukan kehadiran bakteri baik dan malah meningkatkan bakteri jahat.

Sementara studi lain yang diterbitkan jurnal NCBI pada 2004 menyatakan ratus membuat ketidakseimbangan jumlah flora di dalam vagina. Akibatnya adalah peningkatan risiko vaginosis bakteri.

Itu adalah penyakit vagina yang disebabkan oleh banyaknya bakteri jahat. Gejala yang ditimbulkan antara lain peningkatan cairan vagina yang berbau amis. Cairan ini biasanya berwarna putih atau kelabu.

Sebagai alternatif, untuk membersihkan vagina disarankan cukup sirami bagian luarnya dengan air lalu keringkan dengan handuk atau lap lembut. Kemudian untuk pembersihan vagina yang alami, kamu bisa mengonsumsi yogurt yang mengandung bakteri baik. Melakukan dua hal tersebut lebih aman.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Asal Waxing Area Vagina, Ini Alasanya!

Jangan Asal Waxing Area Vagina, Ini Alasanya!

Health | Sabtu, 08 Desember 2018 | 20:30 WIB

Dokter Jabarkan Bentuk Miss V Idaman Perempuan, Seperti Apa?

Dokter Jabarkan Bentuk Miss V Idaman Perempuan, Seperti Apa?

Health | Kamis, 29 November 2018 | 20:24 WIB

Peremajaan Vagina, Sekadar Tren atau Kebutuhan Perempuan?

Peremajaan Vagina, Sekadar Tren atau Kebutuhan Perempuan?

Health | Selasa, 27 November 2018 | 20:15 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB