Awas, Konsumsi Gorengan, Perempuan Pascamenopause Berisiko Kematian Dini!

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 30 Januari 2019 | 16:14 WIB
Awas, Konsumsi Gorengan, Perempuan Pascamenopause Berisiko Kematian Dini!
Sering konsumsi gorengan bisa berdampak buruk bagi kesehatan perempuan pascamenopause. (freedigitalphotos/tiverylucky)

Suara.com - Awas, Konsumsi Gorengan, Perempuan Pascamenopause Berisiko Kematian Dini !

Konsumsi gorengan memang sangat tidak disarankan untuk dilakukan terlalu sering, terutama pada perempuan pascamenopause. Pasalnya, hal ini bisa membuat perempuan berisiko mengalami kematian dini. Hal ini diungkap oleh tim peneliti dari University of Iowa dan Washington University.

Dalam jurnal medis BMJ disebutkan tim peneliti melihat pengaruh makanan yang digoreng terhadap perempuan pascamenopause. Mereka menilai data lebih dari 100.000 perempuan berusia antara 50 dan 79 tahun, yang dikumpulkan dengan kuesioner yang dilakukan oleh Women's Health Initiative (WHI).

Informasi mengenai para perempuan tersebut dianalisis sebagai bagian dari studi terdaftar dengan WHI antara tahun 1993 dan 1998. Mereka kemudian dipantau hingga Februari 2017.

Selama periode 19 hingga 24 tahun, 31.588 perempuan meninggal dunia. Lebih dari 9.000 kematian ini disebabkan oleh masalah yang berhubungan dengan jantung, lebih dari 8.000 disebabkan oleh kanker, dan lebih dari 13.000 oleh penyebab lain.

Tim peneliti juga menilai jumlah makanan gorengan yang dikonsumsi para peserta, termasuk hidangan seperti ayam goreng, ikan goreng, dan kentang goreng.

Setelah memperhitungkan faktor gaya hidup lain, tim peneliti akhirnya menyimpulkan bahwa memgonsumsi makanan yang digoreng setiap hari, lebih mungkin dikaitkan dengan kematian dini. Baik yang disebabkan oleh masalah jantung atau penyebab lain, daripada mereka yang jarang makan makanan yang digoreng.

Makan satu porsi atau lebih ayam goreng sehari, misalnya, akan menghasilkan 13 persen peningkatan kemungkinan kematian dini dari banyak sebab dan 12 persen di antaranya disebabkan oleh kondisi kardiovaskular.

Sedangkan satu porsi ikan goreng setiap hari yang Anda konsumsi, akan memberikan konsekuensi negatif yang serupa. Sebanyak 7 persen peningkatan risiko kematian dini berasal dari berbagai sebab, dan 13 persen peningkatan risiko kematian disebabkan oleh masalah jantung.

"Kami telah mengidentifikasi faktor risiko kematian kardiovaskular yang mudah dimodifikasi oleh gaya hidup dan pilihan memasak," mereka menyimpulkan, seperti dilansir dari The Independent.

"Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, terutama ayam goreng, ikan goreng, kerang goreng, atau kentang goreng, dapat memiliki efek klinis yang berarti di seluruh spektrum kesehatan masyarakat," tutup mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suka Cemilan, Minum Es dan Gorengan, Berat Titi Wati 350 Kg

Suka Cemilan, Minum Es dan Gorengan, Berat Titi Wati 350 Kg

News | Rabu, 09 Januari 2019 | 06:22 WIB

Bahaya Mengerikan di Balik Penggunaan Minyak Goreng Berulang

Bahaya Mengerikan di Balik Penggunaan Minyak Goreng Berulang

Health | Kamis, 20 Desember 2018 | 16:57 WIB

Ini Risiko di Balik Nikmatnya Gorengan saat Buka Puasa

Ini Risiko di Balik Nikmatnya Gorengan saat Buka Puasa

Lifestyle | Sabtu, 19 Mei 2018 | 12:48 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB