Kata Pakar, Kram Saat Lari Tidak Disarankan Dikompres Pakai Air Es

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Rabu, 06 Februari 2019 | 21:03 WIB
Kata Pakar, Kram Saat Lari Tidak Disarankan Dikompres Pakai Air Es
Kram saat lari tidak boleh dikompres air es. Kenapa? (shutterstock)

Suara.com - Kata Pakar, Kram Saat Lari Tidak Disarankan Dikompres Pakai Air Es

Mengalami cedera kerap dialami para pelari ketika latihan maupun berkompetisi. Banyak anggapan bahwa cedera seperti kram bisa segera diatasi dengan kompres es batu.

Namun menurut Matias Ibo selaku Sport Physiotherapy of Sport Science, justru penanganan cedera kram tidak boleh dikompres dengan air es.

"Itu sebenernya penanganan yang kurang benar karena akan semakin mengeras dan nantinya semakin kram. Sebaiknya lakukan dinamic stretching," ujar dia di sela-sela temu media, Rabu (6/2/2019).

Ia menambahkan, saat cedera sebaiknya pelari tidak menghentikan aktivitasnya secara total. Misalkan pelari mengalami cedera lutut maka usahakan tetap berjalan dan hindari berdiri statis.

"Karena kalau berdiri statis akan memengaruhi pernapasan, kondisinya tubuh menjadi dingin. Jadi harus berjalan kecuali kondisinya tidak memungkinkan sama sekali tidak bisa berjalan seperti napas sudah hilang. Penanganannya ya latihan dengan baik," imbuh dia.

Aktivitas menggerakkan tubuh kata dia, penting dilakukan untuk mempersiapkan diri agar tetap stabil meski sedang cedera. Biasanya menurut Matius, cedera timbul ketika pelari kurang mempersiapkan diri dengan baik selama fase latihan.

"Kalau pola latihan salah, itu efeknya bisa ke lutut, ankle. Biasanya kalau jatuh di lutut dan tidak ada cedera langsung di dalam, itu biasanya masalahnya dari pinggul karena itu menunjukkan kelemahan. Jadi latihan cukup penting untuk menghindari risiko cedera saat lomba," tambah dia.

Durasi persiapan lari yang ideal kata dia adalah empat bulan sebelum hari H. Latihan selama durasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan stamina dan kualitas lari seseorang.

baca juga

"Latihan untuk marathon baiknya empat kali seminggu. Tapi jaraknya tidak boleh sama agar tubuh tidak jenuh karena tubuh akan masuk dan terbiasa dengan pola segitu, begitu diubah akan jadi cedera. Jika total jarak sudah dapat 50 km per minggu itu sudah oke untuk mengikuti marathon," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hobi Lari, Soraya Larasati Cari Akal Biar Tak Tampil Seksi

Hobi Lari, Soraya Larasati Cari Akal Biar Tak Tampil Seksi

Entertainment | Rabu, 06 Februari 2019 | 15:47 WIB

Properti Toko Bikin Anak Cedera Otak, Topshop Denda 8 Miliar

Properti Toko Bikin Anak Cedera Otak, Topshop Denda 8 Miliar

Health | Kamis, 31 Januari 2019 | 16:05 WIB

Cedera ACL, Ratu Bulutangkis Eropa Ini Dapat Dukungan dari Winger MU

Cedera ACL, Ratu Bulutangkis Eropa Ini Dapat Dukungan dari Winger MU

Sport | Selasa, 29 Januari 2019 | 12:50 WIB

Cedera Warnai Kelolosan Jonatan Christie ke Babak Kedua Indonesia Masters

Cedera Warnai Kelolosan Jonatan Christie ke Babak Kedua Indonesia Masters

Sport | Rabu, 23 Januari 2019 | 19:35 WIB

Kabar Gembira! Lorenzo Bisa Ikut Balapan Seri Perdana MotoGP 2019

Kabar Gembira! Lorenzo Bisa Ikut Balapan Seri Perdana MotoGP 2019

Sport | Rabu, 23 Januari 2019 | 16:55 WIB

Terkini

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:23 WIB

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:05 WIB

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:25 WIB

×