Dipenuhi Ruam dan Bibir Bengkak, Perempuan Ini Derita Kelainan Misterius

Ririn Indriani | Suara.com

Minggu, 10 Februari 2019 | 07:17 WIB
Dipenuhi Ruam dan Bibir Bengkak, Perempuan Ini Derita Kelainan Misterius
Bibir bengkak merupakan salah satu gejala urtikaria idiopatik kronis. (Shutterstock)

Suara.com - Dipenuhi Ruam dan Bibir Bengkak, Perempuan Ini Derita Kelainan Misterius.

Seorang perempuan di Inggris bernama Lydia O'Connor (23), didiagnosis urtikaria idiopatik kronis (CIU) atau gatal-gatal idiopatik kronis.

Ia mengaku takut gejalanya bisa muncul lagi lantaran belum mengetahui penyebab munculnya kelainan tersebut sejak awal.

Saat keluhannya muncul, O'Connor mengungkapkan, bibirnya sangat bengkak dan seluruh tubuhnya gatal, serta dipenuhi ruam selama enam bulan. Ia pun harus bolak-balik rumah sakit.

Setelah empat hari menjalani perawatan intensif tahun lalu, O'Connor didiagnosis menderita suatu kelainan.

Dilansir dari Himedik yang mengutip dari Fox News, dia mengungkapkan bahwa reaksi kelainan itu mulai muncul ketika masih remaja, tetapi saat itu didiagnosis sebagai alergi kacang.

Namun, ketika reaksi terbarunya muncul, ia tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya.

"Bibir saya benar-benar membesar. Ketika saya dirawat di ICU, saya kira mengalami reaksi alergi yang parah seperti anafilaksis, karena saya kesulitan bernapas, dan lidah serta bibir saya sangat bengkak," bebernya kepada Caters News.

Obat yang diberikan pada O'Connor membantu menjinakkan pembengkakan, tetapi gejala itu bisa muncul lagi. Ruam di tubuhnya pun hilang pada Agustus tahun lalu, tetapi dia takut muncul lagi karena dia belum tahu penyebab pastinya.

Menurut Journal of American Academy of PAs, seseorang didiagnosis CIU ketika mengalami gatal-gatal selama enam minggu atau lebih. Sering kali penyebabnya tak diketahui, dan hingga 50 persen pasien mengalami pembengkakan pada kulit, seperti yang dialami O'Connor di bibir dan wajahnya.

Menurut jurnal itu, kelainan ini sulit diobati, karena penyebabnya masih menjadi misteri. Jurnal tersebut juga menyebutkan bahwa perempuan dua kali lebih mungkin terserang CIU dibandingkan lelaki, dengan sebagian besar dari mereka mengalami gejalanya pada usia antara 20 hingga 40 tahun. (Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini 5 Penyebab Ruam Merah pada Leher Bayi

Ini 5 Penyebab Ruam Merah pada Leher Bayi

Health | Minggu, 13 Januari 2019 | 14:28 WIB

Ada Ruam di Bokong? Mungkin Anda Kena 5 Penyakit Ini

Ada Ruam di Bokong? Mungkin Anda Kena 5 Penyakit Ini

Lifestyle | Kamis, 30 Agustus 2018 | 20:00 WIB

Pulang Libur di Pantai Ada Ruam, di Baliknya Ternyata Mengejutkan

Pulang Libur di Pantai Ada Ruam, di Baliknya Ternyata Mengejutkan

News | Jum'at, 28 April 2017 | 19:39 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB