Generasi Nunduk Berisiko Leher Alami Saraf Kejepit

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 20 Februari 2019 | 09:40 WIB
Generasi Nunduk Berisiko Leher Alami Saraf Kejepit
Ilustrasi menunduk sambil main gawai. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah Anda salah satu dari generasi nunduk yang ketergantungan dengan gawai? Jika ya, maka Anda berisiko mengalami saraf kejepit leher akibat kebiasaan ini.

Disampaikan dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS dari Lamina Pain and Spine Center, nyeri leher atau leher kaku menjadi penyakit yang sering dialami anak muda zaman now.

Fenomena baru ini terjadi seiring dengan banyaknya orang yang tak bisa lepas dari penggunaan gawai baik untuk sarana hiburan, komunikasi, hingga pekerjaan.

"Nunduk berjam-jam main gawai menyebabkan generasi sekarang berisiko mengalami masalah di tulang belakang, terutama leher. Kita sering sakit kepala, migrain, itu ternyata kalau ditelusuri dari leher juga problemnya. Dan 10 persen nyeri di leher disebabkan oleh saraf kejepit," ujar dr. Mahdian dalam temu media di RS Meilia Cibubur, Selasa (19/2/2019).

Saraf kejepit sendiri, kata dr. Mahdian, merupakan kondisi dimana isi bantalan antar-ruas tulang belakang bocor sehingga menekan saraf.

Bantalan tulang sendiri berperan sebagai penyerap kejutan, bersama dengan dua sendi kecil di belakang leher akan membantu manusia untuk menggerakkan lehernya.

"Kalau saraf kejepit di leher bisa memicu nyeri menjalar hingga ke lengan. Cirinya ada kesemputan di lengan bawah hingga jari. Otot menjadi lemah," imbuh dia.

Selain rasa nyeri yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien, saraf kejepit ini juga bisa membuat seseorang tidak produktif karena otot lengannya menjadi lemah. Pijat terapi atau konsumsi obat, menurut dr. Mahdian, kurang efektif dalam mengatasi saraf kejepit.

Salah satu metode yang efektif dalam membuka bantalan tulang yang terjepit ini adalah operasi. Namun banyak masyarakat yang beranggapan bahwa operasi dapat memicu kelumpuhan dan meninggalkan luka sayatan yang besar.

Menjawab kekhawatiran ini, kata dr. Mahdian, ada teknologi yang dapat meminimalkan luka sayatan dan risiko pascaoperasi saraf kejepit, yakni Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD) atau sering disingkat pula menjadi Endoskopi Servical.

Bahkan teknik operasi ini sudah dijalankan dr. Mahdian sejak November 2018 di RS Meilia Cibubur. Menurut dia, tak mudah untuk mewujudkan teknik yang sudah dikenal sejak tahun 1990-an di negara lain, tapi baru bisa diterapkan di Indonesia baru-baru ini.

”Masalah mahalnya alat yang harus dibeli dokter atau rumah sakit, menjadi masalah yang harus menjadi perhatian bersama,” imbuhnya.

Dalam teknik PECD, dr. Mahdian menjelaskan ada dua pendekatan yang dipakai, yaitu anterior (depan) dan posterior (belakang).

Keduanya bertujuan menghilangkan herniasi bantalan sendi tulang belakang yang menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang, dengan bantuan penglihatan langsung melalui kamera endoskopi yang ditampilkan pada layar.

"Selain sayatan yang minimal, hanya 4 mm, operasi ini juga dapat dilakukan melalui anastesi lokal saja. Waktu operasi pasien juga menjadi lebih singkat, pemulihan cepat, kerusakan jaringan lebih minimal," terang dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Nyeri Leher Akibat Keseringan Main Gadget, Ini Saran Dokter

Cegah Nyeri Leher Akibat Keseringan Main Gadget, Ini Saran Dokter

Health | Senin, 21 Januari 2019 | 19:15 WIB

Idap Osteoporosis Waspadai Risiko Patah Tulang Belakang

Idap Osteoporosis Waspadai Risiko Patah Tulang Belakang

Health | Jum'at, 02 November 2018 | 18:30 WIB

Saraf Kejepit Incar Anda yang Sering Menggemeretakkan Leher

Saraf Kejepit Incar Anda yang Sering Menggemeretakkan Leher

Health | Sabtu, 27 Oktober 2018 | 19:30 WIB

Leher Kaku saat Bangun Tidur, Waspada Saraf Kejepit !

Leher Kaku saat Bangun Tidur, Waspada Saraf Kejepit !

Health | Sabtu, 27 Oktober 2018 | 14:16 WIB

Waspada Sakit Leher, Bisa Jadi Awal Mula Saraf Kejepit

Waspada Sakit Leher, Bisa Jadi Awal Mula Saraf Kejepit

Health | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 21:00 WIB

Susah Ereksi karena Saraf Kejepit, Kok Bisa?

Susah Ereksi karena Saraf Kejepit, Kok Bisa?

Health | Rabu, 12 Juli 2017 | 19:05 WIB

Terkini

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB

Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah

Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah

Health | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:33 WIB