Kenali Sindrom Metabolik: Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 25 Maret 2019 | 06:05 WIB
Kenali Sindrom Metabolik: Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya
Sindrom metabolik bisa menyebabkan masalah kesehatan serius. (Shutterstock)

Suara.com - Kenali Sindrom Metabolik: Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya

Indonesia memiliki prevalensi cukup tinggi terhadap masalah sindrom metabolik. Sindrom metabolik sendiri memiliki arti sebagai kumpulan faktor risiko kesehatan yang bila tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal.

Lalu, apa saja tanda-tanda seseorang mengalami sindrom metabolik?

Menurut Medical Expert Combhipar, dr. Sandi Perutama Gabi, jika seseorang mengalami tiga dari lima masalah kesehatan yaitu kadar gula darah tinggi, lemak berlebih di area pinggang, trigliserida tinggi, HDL rendah dan peningakatan tekanan darah, maka ia dianggap positif mengalami sindrom metabolik.

"Kalau ditanya mempengaruhi kualitas hidup, itu sudah pasti. Paling mudah, terkena tekanan darah tinggi, itu paling banyak diderita masyarakat Indonesia, yang nanti larinya ke masalah jantung. Dan data yang paling baru, ke ginjal. Itu akan berisiko gagal ginjal, dan yang seram-seram seperti cuci darah, transplantasi ginjal," kata dr Sandi di Bogor, Sabtu, (23/3/2019).

Beberapa penyebab utama masalah sindrom metabolik sendiri adalah gaya hidup, faktor genetik dan memasuki usia lanjut.

"Dari tiga yang bisa dicegah adalah gaya hidup, itu jelas. Hal yang paling gampang adalah memperbaiki pola makan dengan pilih karbohidrat yang lebih kompleks, konsumsi makanan tinggi serat dan lemak tidak jenuh. Serta beraktivitas fisik 30 menit dalam sehari," tambahnya.

Untuk mengajak masyarakat khususnya anak muda semakin gemar beraktivitas fisik, Combiphar melalui program Combi Run Academy mengajak 60 siswa-siswi dari 15 sekolah tingkat SMA berkumpul bersama untuk mendapat pembelajaran dasar olahraga lari bersama komunitas IndoRunners. Dengan begitu, diharapkan budaya beraktivitas fisik secara rutin dapat dianggap sebagai kebutuhan terutama bagi generasi muda untuk menjaga kesehatan, termasuk menurunkan risiko sindrom metabolik.

"Dengan menginvestasikan waktu 30 menit untuk latihan fisik, dapat mengurangi sampai 17 persen risiko sindrom metabolik," kata dr Sandi lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doyan Ngemil Tidak Sehat, Hati-Hati Kena Sindrom Metabolik

Doyan Ngemil Tidak Sehat, Hati-Hati Kena Sindrom Metabolik

Health | Minggu, 24 Maret 2019 | 19:49 WIB

Tentang Sindrom Werner, Kondisi Langka Bikin Penderita Cepat Tua

Tentang Sindrom Werner, Kondisi Langka Bikin Penderita Cepat Tua

Health | Jum'at, 20 Juli 2018 | 18:30 WIB

Hati-Hati, Sindrom Ini Intai Pekerja Kantoran

Hati-Hati, Sindrom Ini Intai Pekerja Kantoran

Health | Jum'at, 27 Maret 2015 | 15:27 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB