Pakai Gawai Terlalu Lama Bisa Picu Kerusakan Saraf Tepi

Vania Rossa | Firsta Nodia
Pakai Gawai Terlalu Lama Bisa Picu Kerusakan Saraf Tepi
Ilustrasi bermain ponsel (Shutterstock)

Gejalanya adalah kesemutan atau kebas hingga rasa nyeri yang menetap.

Suara.com - Penggunaan gawai sehari-hari nyatanya dapat memunculkan risiko jika dilakukan secara berlebihan. Salah satu risikonya adalah kerusakan saraf tepi yang merupakan salah satu gangguan neuropati, di bagian tubuh tertentu seperti lengan siku, hingga pergelangan tangan.

Disampaikan Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K) selaku Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, penggunaan gawai terlalu lama menjadi faktor risiko neuropati karena adanya aktivitas dengan gerakan berulang.

"Bagian tubuh pengguna gawai yang berisiko terkena neuropati adalah jari tangan karena dapat menyerang saraf tangan dan menyebabkan kesemutan atau kebas hingga rasa nyeri yang menetap," ujar dr. Luthy dalam temu media di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Ia menambahkan, saraf tepi adalah penghubung organ tubuh dengan saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang dengan seluruh organ tubuh. Itu sebabnya, sangat penting untuk dijaga agar tetap berfungsi maksimal dan terhindar dari neuropati atau kerusakan saraf tepi.

"Ketika saraf tepi mengalami kerusakan, maka akan muncul gejala-gejala seperti kesemutan, kebas, kram. dan kelemahan otot yang disebut dengan neuropati," imbuh dia.

Pencegahan dan pengobatan dini neuropati, kata dr. Luthy, sangat penting untuk dilakukan mengingat kerusakan saraf akan sulit diperbaiki apabila kehilangan serabut saraf diatas 50 persen.

"Bisa dicegah dengan deteksi dini, olahraga, dan konsumsi vitamin neurotropik yang terbukti menurunkan gejala neuropati sampai 63 persen jika dikonsumsi selama dua minggu," tandas dia.

Komentar

loading...
Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS