Penganiaya Audrey Dinilai Tipe Anak Agresif, Bagaimana Orangtua Mengatasi?

Ade Indra Kusuma | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Rabu, 10 April 2019 | 15:39 WIB
Penganiaya Audrey Dinilai Tipe Anak Agresif, Bagaimana Orangtua Mengatasi?
Tiga terduga pelaku kekerasan terhadap Audrey - (Instagram)

Suara.com - Penganiaya Audrey Dinilai Tipe Anak Agresif, Bagaimana Orangtua Mengatasi?

Mengamati kasus yang sedang viral di media sosial #justiceforaudrey, memang menyulut amarah terhadap pelaku.

Kekerasan yang dialami Audrey (AU) sangat luar biasa. Remaja putri berusia 14 tahun yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota Pontianak, Kalimantan Barat  itu di-bully, juga disiksa secara fisik. AU mengalami pendarahan di beberapa bagian tubuhnya. Para pelaku bahkan melakukan kekerasan pada kemaluan korban.

Berdasarkan laporan dan penyelidikan sementara pelaku kekerasan terhadap AU adalah siswi Sekolah Menegah Atas (SMA). Pelaku utama terdiri dari 3 orang dan pelaku pendukung sebanyak 9 orang, ditotal ada 12 pelaku.

Pemicu terjadinya kasus ini disebabkan karena persoalan asmara remaja dan saling sindir di media sosial, lewat status dan komentar. Pelaku yang tersinggung, tak terima, lantas menganiaya korban.

Mengamati kasus ini, Psikolog Anak dan Remaja, Anna Surti Ariani menilai pelaku adalah tipe agresif dan orang yang mudah tersinggung. Sehingga untuk mengeskpresikan perasaannya, mereka menjadi agresif.

“Mungkin saja remajanya tersinggung, apalagi di saling sindir di media sosial itu sangat sensitive sekali, bisa sangat terbawa perasaan,” ungkap Anna Surti saat ditemui Suara.com, Rabu (10/4/2019).

Menurutnya emosi remaja yang sangat tidak stabil sangat mungkin memunculkan beragam perasaan dan emosi yang semestinya tidak perlu ada. Kontrol diri yang lemah atau sangat terbatas, bisa menyebabkan mereka melakukan tindakan yang tidak semestinya.

Bagi orang-orang yang mudah tersinggung, lanjut psikolog lulusan Universitas Indonesia ini, orang-orang terdekat bisa membantu meredakan emosinya. Khusus remaja, dalam hal ini peran orangtua sangat dibutuhkan.

“Ciri-ciri orang yang mudah tersinggung, salah satunya kasar dan sulit berinteraksi karena sangat menjaga perasaannya. Nah, ketika orangtua melihat anak menunjukkan salah satu sikap seperti itu, maka wajib membangun interaksi kembali dengan anak,” sambungnya.

Interaksi orangtua dengan anak harus diperbaiki. Orangtua perlu mendekatkan diri dengan anak, misalnya dengan mengajak bermain.

“Dengan permaianan-pemaianan yang asyik untuk remaja, seperti mengandung unsur team building, anak menjadi tidak mudah tersinggung, tidak merasa direndahkan, dan tidak merendahkan temannya. Bersama dengan timnya mereka saling mendukung untuk mencapai target tertentu. Sehingga remaja tidak terpapar persaingan yang negative, tetapi mereka berkometisi secara sehat dan saling bekerja sama dengan teman,” tukas Anna Surti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prihatin Kasus Audrey, Ruben Onsu : Miris Lihat Beritanya...

Prihatin Kasus Audrey, Ruben Onsu : Miris Lihat Beritanya...

Entertainment | Rabu, 10 April 2019 | 15:27 WIB

Tragedi Audrey, PSI: Bagaimana dengan Masa Depan Korban?

Tragedi Audrey, PSI: Bagaimana dengan Masa Depan Korban?

News | Rabu, 10 April 2019 | 15:20 WIB

Audrey Alami Taruma Berat, Psikolog Sarankan 2 Metode Terapi

Audrey Alami Taruma Berat, Psikolog Sarankan 2 Metode Terapi

Health | Rabu, 10 April 2019 | 15:13 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB