Sekolah Beri Buku Cerita LGBT, Orangtua Muslim Protes

Sabtu, 13 April 2019 | 16:05 WIB
Sekolah Beri Buku Cerita LGBT, Orangtua Muslim Protes
Ilustrasi orangtua baca buku dengan anak. (shutterstock)

Suara.com - Perkumpulan orangtua Muslim di Hounslow, London Barat, Inggris, protes setelah mengetahui anak-anak merek dibekali buku cerita dari sekolah yang mengandung unsur LGBT.

Para orangtua tersebut mengeluh, mengapa anak-anak yang masih berusia 4 tahun membawa buku yang berisi cerita tentang kehidupan pasangan gay dan putra mereka.

Buku itu berjudul Daddy's Roommate, isinya memuat adegan sehari-hari para lelaki bercukur bersama dengan pakaian dalam dan beristirahat di tempat tidur. Perkumpulan orangtua tersebut menyatakan bahwa isi buku tidak pantas dibaca oleh anak kecil, tanpa melihat latar belakang agama. Mereka sangat keberatan mengapa di usia yang masih sangat kecil, anak-anak sudah diberi buku semacam itu.

Kejadian serupa juga terjadi di Birmingham, di mana sekitar 600 anak-anak Muslim ditarik dari sekolah sebagai protes terhadap pelajaran tentang homoseksualitas dan kesetaraan gender.

Menurut kelompok pembela anak, kata-kata seperti dosa, korup, adalah cara yang tepat untuk membahas buku itu. Namun, semua orangtua menolak menyebut namanya saat diwawancara media. Mereka berpendapat bahwa buku Daddy's Roommate adalah bentuk doktrin yang mengajarkan praktik hubungan sesama jenis.

"Kita harus berhenti mencuci otak anak-anak kita," ujar salah satu orangtua seperti dilansir Dailymail, Sabtu (14/4/2019).

Seorang ayah bahkan menyamakan buku Daddy's Roomate dengan buku yang berisi merokok, penggunaan senjata, atau bahkan terorisme.

"Mengapa anak-anak dipengaruhi? Hanya demi hak-hak LGBT, padahal kebanyakan orang hidup normal," katanya.

Di luar urusan agama, sambungnya, keluarga terdiri dari ayah-ibu-anak. "Berhenti mencuci otak anak, karena hukum Allah adalah Adam dan Hawa."

Baca Juga: Okky Madasari Rilis Buku Cerita untuk Anak

Seorang ibu lain mengatakan dia tidak akan keberatan dengan buku itu jika diberikan kepada siswa yang lebih besar, pada tahun lima atau enam, ketika mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang siapa mereka.

"Saat itulah mereka membutuhkan bantuan, saran, atau dukungan. Pada usia empat tahun, mereka tidak tahu apa-apa tentang perasaan, apakah mereka lesbian atau gay," ucap ibu tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI