Puasa Harus Tahan Emosi, 3 Teknik Relaksasi untuk Redakan Amarah

Silfa Humairah Utami

Jum'at, 10 Mei 2019 | 04:30 WIB
Puasa Harus Tahan Emosi, 3 Teknik Relaksasi untuk Redakan Amarah
Meditasi (shutterstock)

Suara.com - Puasa Harus Tahan Emosi, 3 Teknik Relaksasi untuk Redakan Amarah.

Redakan amarah dengan relaksasi adalah salah satu teknik yang dapat membantu Anda mengurangi ketegangan dan kecemasan. Hal ini tentu juga sangat baik untuk Anda saat menjalankan puasa. 

Pada saat tubuh dan pikiran rileks, sering kali secara otomatis, stress yang menjadi penyebab otot-otot tegang akan terabaikan. Tak heran jika salah satu penggunaan relaksasi adalah untuk mengontrol emosi, terutama amarah.

Pasalnya tanpa disadari terdapat beberapa perubahan yang mungkin terjadi saat kita akan marah, diantaranya:

-Denyut nadi terasa mengencang
-Jantung terasa berdetak lebih keras
-Rahang terasa lebih kaku
-Sekujur tubuh terasa memanas
-Perasaan gelisah
-Kecepatan berbicara yang lebih cepat

Semakin seseorang memikirkan tentang kemarahannya, semakin ia menjadi marah. Saat Anda sadar akan tanda peringatan awal kemarahan Anda, sebaiknya Anda mengambil waktu jeda, untuk menghindarkan diri Anda dari hal-hal yang mampu menyulut emosi Anda. Waktu jeda ini kemudian dapat Anda isi juga dengan melakukan relaksasi.

Apa saja teknik relaksasi untuk redakan amarah?

Relaksasi untuk redakan amarah terdiri dari beberapa teknik yang dapat dilakukan, di antaranya dilansir Hello Sehat:

1. Teknik relaksasi otot

baca juga

Seperti namanya, teknik relaksasi otot digunakan untuk membantu menurunkan ketegangan otot. Teknik ini juga membantu kita lebih memahami tubuh, sehingga diharapkan kita mampu mengendalikannya. Perlu diperhatikan bahwa penderita gangguan otot atau nyeri punggung bawah tidak disarankan untuk melakukan teknik ini. Teknik relaksasi otot bisa dilakukan dengan:

Tense up and letting go, teknik ini dilakukan dengan menegangkan otot sekitar 5 hingga 10 detik, kemudian melemaskannya selama kurang lebih 30 detik.

Letting go, berbeda dengan tense up and letting go, teknik ini justru dilakukan hanya dengan cara melemaskan otot tanpa menegangkannya terlebih dahulu.

2. Teknik relaksasi pernapasan

Menurut National Safety Council, teknik pernapasan ini adalah salah satu teknik relaksasi termudah, mengingat bernapas adalah salah satu aktivitas yang sering kita lakukan.

Teknik ini selain dapat menurunkan kecemasan dan mengurangi stres, juga mampu meningkatkan proses pernapasan dalam tubuh. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam teknik ini antara lain:

Tarik napas melalui hidung selama 3 hitungan, lalu tahan selama 5 hingga 10 detik
Hembuskan udara tadi melalui mulut secara perlahan

3. Teknik imajinasi terbimbing

Sama seperti namanya, teknik ini dilakukan dengan berkhayal atau membayangkan sesuatu. Selain mengelola stres, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa teknik ini juga mampu mengurangi kesulitan tidur yang dialami oleh beberapa kalangan usia, seperti lanjut usia (lansia).

Pada teknik ini, Anda dilatih untuk fokus hanya kepada imajinasi yang menyenangkan, dan menggunakan imajinasi-imajinasi tersebut untuk menghilangkan imajinasi yang negatif. Teknik ini dapat dipandu oleh diri sendiri maupun orang lain.

Seorang ahli psikologi, Lucia Peppy Novianti, menyarankan untuk melakukan relaksasi secara rutin pada pagi hari saat bangun atau malam hari sebelum tidur, guna mendapatkan hasil relaksasi untuk redakan amarah yang lebih optimal. Membiasakan relaksasi mampu menguraikan ketegangan-ketegangan pikiran maupun otot. Sering kali, emosi yang meledak-ledak terjadi karena diri dan pikiran terlalu lama dalam kondisi tegang. Duduk atau membaringkan badan dengan santai, mengatur napas dan mencoba merasakan apa yang terjadi pada tubuh mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala, serta memutar musik lembut, juga bisa membantu dalam proses relaksasi.

Laporan dari Joanna Briggs Institute bahkan mengungkapkan bahwa musik dapat digunakan untuk menurunkan rasa cemas, membantu rileks, dan meningkatkan rasa bahagia.

Hal ini dikarenakan musik dapat membantu otot lebih rileks. Beberapa musik bernada lembut dan mengandung lirik yang memotivasi juga mampu mengubah suasana hati pendengarnya. Selain musik, relaksasi juga dapat dilakukan dengan cara lain, seperti melompat, mengusap punggung, pijat tubuh, menghirup aroma sedap, dan masih banyak lagi.

Apalagi di bulan puasa, Anda harus bisa menahan amarah untuk menyempurnakan puasa. Jadi coba tips relaksasi di atas yuk. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Flu Berat hingga Menelan Ingus Bikin Puasa Batal?

Apakah Flu Berat hingga Menelan Ingus Bikin Puasa Batal?

Health | Kamis, 09 Mei 2019 | 14:16 WIB

Puasa 21 Jam, Ini Kisah Pria Muslim Satu-satunya di Greenland

Puasa 21 Jam, Ini Kisah Pria Muslim Satu-satunya di Greenland

Lifestyle | Kamis, 09 Mei 2019 | 14:35 WIB

Wuzzz! Jet Tempur TNI AU Siap Bangunkan Sahur di Surabaya hingga Jogja

Wuzzz! Jet Tempur TNI AU Siap Bangunkan Sahur di Surabaya hingga Jogja

News | Kamis, 09 Mei 2019 | 11:33 WIB

Terkini

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 08:20 WIB

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:19 WIB

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Pekan Lalu KPK Mangkir, Sidang Praperadilan Silmy Karim Kembali Digelar Hari Ini

Pekan Lalu KPK Mangkir, Sidang Praperadilan Silmy Karim Kembali Digelar Hari Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 08:07 WIB

Kepercayaan dan Kolaborasi Jadi Fondasi Utama Dunia Kerja

Kepercayaan dan Kolaborasi Jadi Fondasi Utama Dunia Kerja

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:02 WIB

Sudah 5 Kali Beraksi! Dua Pengedar 62,5 Kg Ganja Ditangkap di Petamburan

Sudah 5 Kali Beraksi! Dua Pengedar 62,5 Kg Ganja Ditangkap di Petamburan

News | Senin, 21 September 2026 | 07:53 WIB

Wake Me Up When September Ends

Wake Me Up When September Ends

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 07:45 WIB

×