Peneliti Temukan 2 Penyebab Orang Inggris Mulai Malas Berhubungan Seks

Ade Indra Kusuma | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 14 Mei 2019 | 19:00 WIB
Peneliti Temukan 2 Penyebab Orang Inggris Mulai Malas Berhubungan Seks
Ilustrasi. (Sumber: Shuttertsock)

Suara.com - Peneliti Temukan 2 Penyebab Orang Inggris Mulai Malas Berhubungan Seks.

Peneliti mulai menemukan fakta baru soal kehidupan seks yang terjadi di Inggris.

Menurut data baru yang dirilis peneliti London School of Hygiene dan Tropical Medicine, kurang dari setengah orang Inggris melakukan hubungan seks setidaknya sekali dalam seminggu, dan diperkirakan semakin berkurang.

Orang Inggris disebut berhubungan seks lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Para ilmuwan menyalahkan peningkatan penggunaan internet dan kesibukan kehidupan modern. Penurunan paling tajam berada di antara orang yang berusia di atas 25 tahun dan mereka yang menikah atau tinggal bersama.

Mereka menganalisis data untuk lebih dari 34 ribu lelaki dan perempuan berusia 16 hingga 44 tahun yang menyelesaikan National Survey of Sexual Attitudes and Lifestyles pada 1991 (Natsal-1), 2001 (Natsal-2) dan 2012 (Natsal-3).

Data menunjukkan penurunan umum dalam aktivitas seksual di Inggris antara tahun 2001 dan 2012.

Secara keseluruhan, proporsi yang melaporkan tidak melakukan hubungan seks dalam sebulan terakhir turun antara survei pertama dan kedua (dari 28,5 persen menjadi 23 persen pada perempuan dan dari 30,9 persen menjadi 26 persen pada laki-laki) tetapi meningkat secara signifikan pada survei akhir 2012 (menjadi 29,3 persen pada perempuan dan 29,2 persen pada lelaki).

Sementara proporsi yang melaporkan hubungan seks 10 kali atau lebih dalam sebulan terakhir meningkat antara dua survei pertama (dari 18,4 persen menjadi 20,6 persen pada perempuan dan dari 19,9 persen menjadi 20,2 persen lelaki), tetapi turun dalam survei akhir menjadi 13,2 persen pada perempuan dan 14,4 persen pada lelaki.

Secara keseluruhan, 41 persen lelaki dan perempuan melakukan hubungan seks seminggu sekali atau lebih di bulan lalu, survei terbaru menunjukkan.

"Data kami menunjukkan bahwa frekuensi seksual turun di Inggris antara Natsal-2 dan Natsal-3. Data Natsal terbaru menunjukkan bahwa kurang dari setengah lelaki dan perempuan berusia 16 hingga 44 melakukan hubungan seks setidaknya sekali seminggu," tulis peneliti di British Medical Journal (BMJ) seperti dilansir Independent.

"Mereka yang berusia di bawah 25 tahun dan mereka yang masih lajang cenderung kurang aktif secara seksual, tetapi kami melihat penurunan tajam dalam frekuensi seksual pada mereka yang berusia 25 tahun ke atas dan mereka yang menikah atau tinggal bersama," lanjut peneliti.

"Pada saat yang sama, proporsi lelaki dan perempuan mengatakan bahwa mereka lebih suka seks yang lebih sering meningkat," ujarnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berhubungan Seks dengan Mantan, Ini Kata Pakar Seks

Berhubungan Seks dengan Mantan, Ini Kata Pakar Seks

Lifestyle | Jum'at, 10 Mei 2019 | 19:25 WIB

Studi Temukan Fakta Soal Frekuensi Seks dan Orgasme Milenial, Mau Tahu?

Studi Temukan Fakta Soal Frekuensi Seks dan Orgasme Milenial, Mau Tahu?

Lifestyle | Selasa, 30 April 2019 | 20:25 WIB

Berhubungan Seks saat Hamil Aman, Asal ...

Berhubungan Seks saat Hamil Aman, Asal ...

Lifestyle | Sabtu, 27 April 2019 | 22:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB