Walau Enak dan Nikmat, 9 Makanan Ini Berisiko Turunkan Daya Ingat

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Walau Enak dan Nikmat, 9 Makanan Ini Berisiko Turunkan Daya Ingat
Ilustrasi memori. [Shutterstock]

Penurunan daya ingat bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah makanan yang kita konsumsi setiap harinya.

Suara.com - Sebuah studi menemukan, lemak trans dapat merusak memori dan juga meningkatkan kadar kolesterol Anda.
Dalam penelitian ini, pria lebih muda yang mengonsumsi lemak trans dalam kadar tinggi memiliki kinerja yang lebih buruk dalam tes memori.

Hasil studi ini menunjukkan, remaja lelaki yang mengonsumsi 16 gram lemak trans dalam pola makan harian mereka bisa mengingat 12 kata atau lebih dengan benar. Sedangkan remaja yang mengonsumsi 28 gram lemak trans setiap hari hanya bisa mengingat sekitar 12 kata atau kurang.

Sebuah penelitian serupa juga menunjukkan, wanita yang mengonsumsi lemak jenuh dari makanan seperti mentega dan daging merah memiliki kinerja yang buruk dalam tes memori dan berpikir.

Lemak tidak sehat seperti lemak jenuh dan lemak trans meningkatkan kolesterol LDL dan mempercepat pembentukan plak beta-amiloid di otak. Cluster protein lengket ini akan menumpuk dan membentuk plak yang bisa menyebabkan penyakit Alzheimer.

Lemak ini juga memperlambat produksi asam lemak omega -3 dalam tubuh, yang sebenarnya memainkan peran penting dalam fungsi otak.

Lalu makanan apa saja yang bisa menyebabkan penurunan daya ingat? Berikut daftarnya yang dilansir dari Boldsky.com.

1. Kue, pie dan kue kering

Kue, pie, dan kue kering, yang  frosting, shortening (mentega putih), dan margarin, penuh lemak trans.

Penelitian telah menunjukkan peningkatan asupan lemak trans meningkatkan risiko penyakit Alzheimer, penurunan kognitif, memori yang buruk, dan volume otak yang rendah.

Jadi, lebih baik Anda membuat kue sendiri daripada membelinya.

Ilustrasi mengonsumsi makanan manis, camilan, cookies. (Shutterstock)
Ilustrasi makan kue. (Shutterstock)

2. Popcorn

Popcorn beraroma mentega atau popcorn normal mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi.

Sekitar 28 gram popcorn rasa mentega mengandung 2,5 gram lemak jenuh, sementara 32 gram popcorn rasa karamel mengandung 1,5 gram lemak jenuh.

Popcorn sendiri juga mengandung diacetyl, bahan kimia yang meningkatkan plak amiloid di otak yang telah dikaitkan dengan penyakit Alzheimer.

3. Kentang goreng

Dalam 100 gram kentang goreng mengandung 0,1 gram lemak trans dan 2,3 gram lemak jenuh. Jadi, peningkatan konsumsi kentang goreng menyebabkan penyakit Alzheimer dan penurunan fungsi kognitif.

4. Pizza
Pizza, terutama yang mengandung banyak pepperoni, sosis, bacon atau daging sapi, mengandung lemak trans dan lemak jenuh.

Dalam 100 gram pizza mengandung 0,2 gram lemak trans dan 4,5 gram lemak jenuh.

Menurut American Heart Association, daging dan produk susu memiliki sejumlah kecil lemak trans yang terjadi secara alami.

Ilustrasi pizza dengan keju terbanyak di dunia. (Pixabay)
Ilustrasi pizza dengan keju terbanyak di dunia. (Pixabay)

5. Minuman manis

Asupan tinggi minuman manis seperti minuman olahraga, jus buah, minuman energi, dan soda memiliki dampak negatif pada otak dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Juga, kadar gula yang tinggi dalam darah meningkatkan risiko demensia, walaupun orang tersebut tidak menderita diabetes.

6. Karbohidrat olahan

Karbohidrat olahan memiliki indeks glikemik tinggi (GI) yang berarti tubuh Anda mencernanya dengan cepat. Tetapi hal ini akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin.

Sebuah studi penelitian telah menunjukkan makan tunggal dengan indeks glikemik tinggi dapat merusak memori pada orang dewasa dan anak-anak.

7. Alkohol

Minum alkohol secara berlebihan akan menghasilkan pengurangan volume otak dan mengganggu neurotransmitter.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam The BMJ, konsumsi alkohol disebutkan sebagai minuman yang akan merusak otak dalam 6 hingga 9 per minggu, yang juga termasuk atrofi hippocampal.

8. Daging olahan
Daging olahan, yang termasuk kalkun asap, bacon, sosis, dll, mengandung nitrosamin, yang menyebabkan hati menghasilkan lemak yang berbahaya bagi otak.

Sebuah studi menunjukkan, daging olahan berkitan dengan dengan nilai yang lebih rendah dalam memori dan pembelajaran.

Sosis (Shutterstock)
Sosis (Shutterstock)

9. Keju olahan
Keju olahan seperti batang mozzarella, keju Amerika, dan lain-lain bisa menyebabkan penumpukan protein amiloid di otak yang telah dikaitkan dengan penyakit Alzheimer.

American Heart Association (AHA) menyarankan, lebih baik mengonsumsi lemak trans sehari-hari kurang dari 1 persen dari total asupan kalori kita.

AHA juga merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung minyak sayur terhidrogenasi parsial dan sebaliknya, mereka merekomendasikan daging tanpa lemak, yang mengandung lebih sedikit lemak jenuh dan lemak trans.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS