Ini Penyebab Berat Badan Bayi Sulit Naik

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 29 Mei 2019 | 15:12 WIB
Ini Penyebab Berat Badan Bayi Sulit Naik
Ilustrasi bayi. [shutterstock]

Suara.com - Bayi gemuk dan montok masih kerap disandingkan dengan gambaran bayi lucu dan menggemaskan. Itu sebabnya, banyak orangtua merasa khawatir ketika berat badan bayinya seolah jalan di tempat, alias sulit naik.

Normalnya, berat badan bayi harus mencapai 2 kali lipat dari berat badan saat lahir ketika usianya 5 bulan. Berat badan ini harus menjadi 3 kali lipat ketika usianya mencapai 1 tahun. Nah, kalau pertambahan berat badan bayi Moms tidak masuk dalam kategori normal ini, harus dicari tahu apa penyebab berat badannya sulit naik. Dan ini dia beberapa kemungkinan penyebabnya, seperti dilansir dari laman Baby Centre.

1. Bayi tidak cukup menyusu
ASI atau susu formula adalah makanan pokok bayi. Bayi yang tidak cukup menyusu, tentu saja pertumbuhan dan perkembangannya akan terhambat. Ada beberapa hal yang menyebabkan bayi tidak cukup menyusu, di antaranya bayi kesulitan melakukan pelekatan pada payudara ibu, bayi mengalami tongue tie, atau produksi ASI memang sedikit. Untuk mengatasinya, cobalah berkonsultasi ke konselor laktasi.

2. Bayi lahir prematur
Bayi prematur atau yang lahir sebelum waktunya, umumnya memiliki berat badan lahir rendah, atau kurang dari 2.500 gram. Bayi prematur juga berisiko mengalami keterlambatan pertumbuhan, yang salah satunya ditandai dengan kesulitan menaikkan berat badannya. Tapi, dengan perawatan dan perlakuan khusus, seperti memberinya ASI setiap 3 jam sekali, menjaga suhu tubuhnya selalu hangat, serta kontrol rutin ke dokter, bayi prematur sangat mungkin bisa mengejar ketertinggalan pertumbuhannya.

3. Bayi memiliki masalah pencernaan
Beberapa masalah pencernaan seperti diare, refluks lambung atau GER, celiac disease (gangguan autoimun), atau intoleransi laktosa, dapat memengaruhi penyerapan ASI atau susu formula pada bayi. Misalnya pada bayi yang sering muntah dan mengeluarkan kembali ASI atau susu formula yang diminumnya, hal ini menyebabkan jumlah ASI atau susu formula yang masuk jadi berkurang, dan bayi mengalami kekurangan nutrisi yang diperlukannya untuk tumbuh. Coba konsultasikan pada dokter untuk mengatasi gangguan pada pencernaan bayi ini.

4. Pemberian susu formula yang salah
Yang dimaksud dengan pembersian susu formula yang salah di antaranya pemberian susu formula yang tidak sesuai takaran, terlalu encer, atau dosis tidak sesuai. Hal ini bisa berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan kalori bayi, yang menyebabkan bayi sulit menaikkan berat badan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Hamil Makan Durian, Ini Manfaatnya untuk Janin dalam Kandungan

Ibu Hamil Makan Durian, Ini Manfaatnya untuk Janin dalam Kandungan

Health | Senin, 27 Mei 2019 | 20:05 WIB

Derita Penyakit Kehamilan, Wanita Ini Muntah 50 Kali Sehari Selama 9 Bulan

Derita Penyakit Kehamilan, Wanita Ini Muntah 50 Kali Sehari Selama 9 Bulan

Health | Minggu, 26 Mei 2019 | 09:15 WIB

Saking Bahagia Punya Anak, Orangtua Ini Turun Taksi Lupa Bawa Anaknya

Saking Bahagia Punya Anak, Orangtua Ini Turun Taksi Lupa Bawa Anaknya

Health | Kamis, 23 Mei 2019 | 07:57 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB