Vinolia Wakidjo, Dirikan Rumah Singgah Kebaya untuk Sambung Harapan ODHA

Vika Widiastuti, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 31 Mei 2019 | 11:35 WIB
Vinolia Wakidjo, Dirikan Rumah Singgah Kebaya untuk Sambung Harapan ODHA
Mami Vin di Rumah Singgah Kebaya (HiMedik/Shevinna Putti)

Dalam organisasi tersebut Mami Vin belajar banyak tentang HIV/AIDS. Ia terjun ke lapangan turut mengedukasi anak jalanan, para pekerja seks komersil hingga kaum gay seputar virus HIV/AIDS.

Setelah 13 tahun belajar banyak tentang HIV/AIDS di Lentera PKBI, Mami Vin mulai mencari tahu penyebab teman-teman warianya meninggal akibat HIV/AIDS.

Pertama, mereka tidak memiliki keberanian untuk memeriksakan kondisinya sejak awal dan baru mengetahui setelah stadium 4 atau disebut AIDS. Pada kondisi seperti itu pastinya sulit untuk penderita bertahan hidup karena virus sudah menyerang otak dan mereka dalam keadaan depresi.

Kedua, mereka yang sudah memeriksakan diri dan mengetahui terkena HIV tidak mengonsumsi obatnya secara teratur. Hal ini juga terjadi karena tidak adanya pendampingan untuk mereka.

Karena itulah, Mami Vin pun tergugah untuk mengulurkan tangannya demi menyelamatkan teman-teman warianya yang mengidap HIV/AIDS agar tetap bertahan hidup.

"Makanya mami memutuskan untuk merawat mereka, mengantarkan ke rumah sakit, mengajak mereka berpikir positif dan memastikan mereka benar-benar minum obat," ujar.

Mami Vin berpendapat penderita HIV/AIDS sangat membutuhkan pendampingan selama masa pengobatan karena itu kondisi yang paling berat buat mereka. Konsumsi obat membuat mereka bisa berhalusinasi dan merasakan sakit luar biasa.

Saat itu Mami Vin bergerak sebagai sukarelawan dengan mengunjungi ke tempat tinggal para penderita. Jarak yang jauh dari tempat tinggal penderita satu dengan lainnya ia lalui demi memastikan mereka meminum obat secara teratur.

Sampai akhirnya, tekad mulia Mami Vin pun dilirik oleh sebuah lembaga donor yang membantunya mendirikan rumah singgah Kebaya.

baca juga

Lembaga donor tersebut menyewakan sebuah rumah kontrakan untuk tempat kerja Mami Vin melaksanakan program HIV/AIDS. Lalu Mami Vin pun mengajak beberapa penderita HIV/AIDS yang dirawatnya tinggal bersama di rumah yang sampai sekarang masih berdiri itu.

Di dalam rumah singgah Kebaya itulah Mami Vin mulai membangun harapan baru untuk para ODHA. Ia berusaha memperhatikan, merawat dan memotivasi penderita HIV/AIDS agar hidup sehat.

Mulanya, Mami Vin hanya merawat waria yang menderita HIV/AIDS. Tapi, seiring berjalannya waktu makin banyak penderita yang datang ke rumah singgahnya meminta pertolongan dari berbagai kalangan.

Akhirnya, Mami Vin pun memutuskan rumah singgah tersebut dibuka untuk kalangan umum. Baik waria, gay, laki-laki, perempuan dan anak jalanan.

Namun, perjuangan Mami Vin juga tak semudah yang dibayangkan. Pasalnya, ia juga harus menghidupi para penderita di rumah singgah Kebaya itu dengan uangnya sendiri. Padahal saat itu kondisi keuangannya masih seret.

"Sejak lembaga donor itu masuk Jogja, akhirnya memberi bantuan yang ditujukan kepada mami dengan membentuk sebuah lembaga. Bantuannya berupa tempat sekretariat, tapi bantuan itu bukan untuk orang yang dirawat (di rumah Kebaya)," jelasnya.

Alhasil, Mami Vin pun harus berjerih payah sendiri dibantu Mami Rully untuk memenuhi kebutuhan para penderita di rumah singgah Kebaya, terutama untuk makan sehari-hari. Bahkan Mami Vin juga harus memikirkan biaya kontrakan rumahnya setiap tahun.

"Dengan mereka kumpul di sini kan artinya semua pertanggungjawaban kan ada di mami. Mereka sakit kan butuh makan belum yang lain. Akhirnya kita punya gaji ya sudah gaji mami untuk makan sehari-hari mereka," katanya.

Mulai dari meminta bantuan orang-orang berkecukupan di sekitarnya hingga menjadi narasumber dalam seminar HIV/AIDS. Jika tak ada uang, mereka pun terpaksa tidak makan dan menggadai barang-barang berharga.

"Jadi kita sempat kosong tidak ada bantuan, sedangkan sudah banyak yang kita rawat. Sehingga kadang kita nggak punya uang sama sekali. Sampai akhirnya apa yang bisa kita jual dan kita gadai ya kita gadai untuk makan sehari-hari," tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, kegigihan Mami Vin membantu para penderita HIV/AIDS pun banyak dilirik oleh lembaga-lembaga, masyarakat hingga instansi pendidikan.

Mami Vin semakin sering diundang sebagai narasumber dan dosen tamu di Universitas Gadjah Mada terkait HIV/AIDS. Melalui kegiatan itu pula semakin membuka pintu rezeki karena banyak orang dari berbagai kalangan membantu usaha Mami Vin.

"Akhirnya dari apa yang mami lakukan ya pulang bawa uang. Jadi yang tadi anak-anak tidur lantai ya mami belikan kasur, dipan, hiburan. Barang-barang ini semua hasil kerja kita semua," ujarnya.

Pada 2015, rumah singgah Kebaya akhirnya pun dibantu oleh pemerintah khususnya Dinas Sosial provinsi DIY melalui APBD. Tetapi, dana dari pemerintah itu hanya membantu untuk konsumsi 5 orang yang tinggal di rumah singgah Kebaya.

Padahal penderita HIV/AIDS yang tinggal di rumah tersebut bisa saja lebih dari 5 orang. Karena itu, Mami Vin pun tetap harus bekerja keras memenuhi kebutuhan orang-orang di rumah singgah Kebaya.

Untungnya, bantuan dari orang-orang berbagai kalangan juga selalu ada yang datang. Tak hanya dari para aktivis, orang-orang dari luar negeri yang melihatnya melalui media sosial.

Mami Rully, program manager rumah singgah Kebaya (HiMedik/Shevinna Putti)
Mami Rully, program manager rumah singgah Kebaya (HiMedik/Shevinna Putti)

Kehangatan di Rumah Singgah kebaya

Selama 12 tahun mendirikan rumah singgah Kebaya, sudah sekitar 120 orang yang dirawat oleh Mami Vin. Banyak penderita HIV yang mampu bertahan hidup dan bekerja kembali. Tetapi, ada pula yang meninggal karena tak tertolong.

Salah satunya, Mak Onah (nama panggilan) seorang penderita HIV yang sudah sejak awal berada di rumah singgah Kebaya, sejak 2007 silam. Dalam pengamatan, Mak Onah terlihat cukup sehat itu juga berkat upaya Mami Vin yang berusaha memastikannya selalu minum obat.

"Ini Mak Onah dari 2007 sampai sekarang, penderita HIV juga. Tapi, kan terlihat sehat karena minum obat teratur," kata Mami Vin.

Selain Mak Onah, ada satu orang lagi yang menarik perhatian di rumah singgah Kebaya. Ia adalah seorang balita 2 tahun berinisial NR.

Kehadiran NR di dalam rumah Kebaya memberikan warna baru dan membawa kebahagiaan. Mami Vin sendiri sudah menganggap NR seperti cucunya sendiri, terlebih Mak Onah yang selalu merawatnya.

NR adalah seorang balita yang ditinggal oleh ibunya sejak usia 3 hari. Dahulu ibu NR adalah penderita HIV yang dirawat Mami Vin dan teman-temannya di rumah singgah Kebaya.

Setelah sehat, ibu NR mulai bekerja menghidupi dirinya sendiri. Tapi, tiba-tiba ia pergi dan kembali pulang dengan meninggalkan anaknya di Rumah Kebaya.

Beruntungnya, NR balita 2 tahun yang lahir dari seorang penderita HIV justru dinyatakan negatif HIV. NR terlihat sangat ceria dan disayang oleh orang-orang di dalam rumah singgah Kebaya.

"Dia salah satu anak yang ditinggal pergi oleh salah satu penghuni rumah Kebaya ini yang juga penderita HIV. Ya akhirnya kita yang merawat, sudah ditinggal dari usia 3 hari," kata Mami Rully, kerabat Mami Vin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLTMH Kedungrong Andalkan Sungai Kalibawang Terangi Puluhan Rumah

PLTMH Kedungrong Andalkan Sungai Kalibawang Terangi Puluhan Rumah

Foto | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:37 WIB

Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha

Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:06 WIB

Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan

Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan

Your Say | Senin, 22 Juni 2026 | 13:18 WIB

BRI RO Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun per Mei 2026, 250 Ribu UMKM Terima Manfaat

BRI RO Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun per Mei 2026, 250 Ribu UMKM Terima Manfaat

Bri | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:45 WIB

Tanpa Alas Kaki dan Tanpa Suara, Makna di Balik Mubeng Beteng Malam 1 Suro

Tanpa Alas Kaki dan Tanpa Suara, Makna di Balik Mubeng Beteng Malam 1 Suro

Your Say | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:08 WIB

LocknLock Buka Pop Up Store Tumbler Pertama di Yogyakarta, Bidik Tren Lifestyle Anak Muda

LocknLock Buka Pop Up Store Tumbler Pertama di Yogyakarta, Bidik Tren Lifestyle Anak Muda

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 12:09 WIB

Satu Musim Berkesan di Laskar Mataram, Donny Warmerdam Resmi Pamit dari PSIM Yogyakarta

Satu Musim Berkesan di Laskar Mataram, Donny Warmerdam Resmi Pamit dari PSIM Yogyakarta

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:28 WIB

Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser

Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:15 WIB

Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga

Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:19 WIB

Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia

Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:23 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×