Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Dokter Paru Ingatkan Bahaya Rokok Elektrik

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Jum'at, 31 Mei 2019 | 13:16 WIB
Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Dokter Paru Ingatkan Bahaya Rokok Elektrik
Vape atau rokok elektronik (elektrik). (Shutterstock)

Suara.com - Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Dokter Paru Ingatkan Bahaya Rokok Elektrik

Banyak golongan menjadikan rokok elektrik sebagai cara untuk menghentikan ketergantungan terhadap rokok konvensional.

Namun menurut Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), rokok elektrik tetap berbahaya bagi kesehatan.

Ia mengatakan pada 14 Mei lalu, Komnas Pengendalian Tembakau, Yayasan Kanker Indonesia dan Yayasan Jantung sudah mengeluarkan pernyataan bahwa rokok elektrik tetap berbahaya bagi kesehatan karena mengandung bahan yang menimbulkan ketergantungan, bersifat karsinogenik dan meracuni tubuh.

"Kalau ada yang menyebut rokok elektrik lebih aman itu salah karena tetap berbahaya. Dipakai oleh industri rokok elektrik untuk menyamarkan bahayanya. Tapi itu menyesatkan masyarakat," ujar dr Agus baru-baru ini.

Itu sebabnya dr Agus tak menyarankan para perokok untuk beralih ke rokok elektrik dengan alasan lebih aman. Menurutnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk berhenti merokok.

"Jadi rokok elektrik tetap berbahaya. Karena fakta yang ditemukan di luar negeri, kandungan tetap berbahaya meski tidak mengandung TAR. Karsinogennya lain memang dari rokok biasa tetapi tetap ada," imbuhnya.

Produk rokok elektronik atau vape yang beredar di Cikini, Jakarta Pusat. [Suara.com/Adhitya Himawan]
Produk rokok elektronik atau vape yang beredar di Cikini, Jakarta Pusat. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Sementara itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono sependapat bahwa rokok elektrik tetap mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Ia juga menyebut efek kesehatan yang disebabkan rokok elektrik tak jauh berbeda dengan rokok konvensional.

Meski demikian, Anung mengakui butuh upaya untuk mengendalikan rokok elektrik di Indonesia. Alasannya belum ada peraturan yang secara eksplisit membahas mengenai rokok elektrik. Hal ini kata dia, dikarenakan tren dari komposisi rokok elektrik yang terus berubah.

baca juga

"Kalau dulu mau memasukkan dalam daftar, sekarang ada zat baru, kita harus mengubah lagi, harus diubah lagi. Ini yang menjadi bagian dari upaya itu," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Dokter Paru Punya Pesan untuk Para Perokok

Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Dokter Paru Punya Pesan untuk Para Perokok

Health | Jum'at, 31 Mei 2019 | 10:12 WIB

Hari Tanpa Tembakau Sedunia, YLKI Minta Jokowi Peduli Pengendalian Tembakau

Hari Tanpa Tembakau Sedunia, YLKI Minta Jokowi Peduli Pengendalian Tembakau

Health | Jum'at, 31 Mei 2019 | 07:34 WIB

Benarkah Merokok Merangsang Ide Kreatif, Ini Penjelasan Dokter Paru

Benarkah Merokok Merangsang Ide Kreatif, Ini Penjelasan Dokter Paru

Health | Rabu, 29 Mei 2019 | 13:52 WIB

Terkini

Tak Bela Gibran di Deklarasi Buruh, Said Iqbal: Masa Kami Bela yang Tak Diserang?

Tak Bela Gibran di Deklarasi Buruh, Said Iqbal: Masa Kami Bela yang Tak Diserang?

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:16 WIB

Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?

Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:15 WIB

Body Butter vs Body Lotion Mustika Ratu, Cek Manfaat dan Cara Pakai yang Benar

Body Butter vs Body Lotion Mustika Ratu, Cek Manfaat dan Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 16:10 WIB

Mendagri Tito Raih CNN Indonesia Awards 2026 atas Transformasi Tata Kelola Pemda

Mendagri Tito Raih CNN Indonesia Awards 2026 atas Transformasi Tata Kelola Pemda

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:07 WIB

Flyer Munaslub Golkar Usung Doli Beredar, Bahlil Murka: Kau Baru Mau Tulis, Kakak Sudah Baca!

Flyer Munaslub Golkar Usung Doli Beredar, Bahlil Murka: Kau Baru Mau Tulis, Kakak Sudah Baca!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:06 WIB

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Optimalkan Pembiayaan Lewat Pasar Modal

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Optimalkan Pembiayaan Lewat Pasar Modal

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 16:05 WIB

Anggota TNI AU Pekanbaru Tewas Diduga Dianiaya, Personel Lain Diperiksa

Anggota TNI AU Pekanbaru Tewas Diduga Dianiaya, Personel Lain Diperiksa

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 16:04 WIB

Fenomena Chat saat Butuh: Teman atau Sekadar Tempat Mencari Bantuan?

Fenomena Chat saat Butuh: Teman atau Sekadar Tempat Mencari Bantuan?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:00 WIB

Kronologi Penyerangan Aksi Women's March di Monas: 3 Orang Jadi Korban Kekerasan OTK

Kronologi Penyerangan Aksi Women's March di Monas: 3 Orang Jadi Korban Kekerasan OTK

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:51 WIB

Coach Timo Scheunemann Fokus Perkembangan Skuad Putri Indonesia usai Runner-up Singa Cup 2026

Coach Timo Scheunemann Fokus Perkembangan Skuad Putri Indonesia usai Runner-up Singa Cup 2026

Bola | Sabtu, 07 November 2026 | 15:46 WIB

×