Diyakini Obat Kanker, Mengkudu Tidak Boleh Dikonsumsi Orang Seperti Ini!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 08 Juni 2019 | 16:10 WIB
Diyakini Obat Kanker, Mengkudu Tidak Boleh Dikonsumsi Orang Seperti Ini!
Buah mengkudu tidak boleh dikonsumsi oleh orang tertentu (Pixabay/braico)

Suara.com - Masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan buah mengkudu yang berbau busuk dan rasanya kurang mengunggah selera.

Di sisi lain, banyak pula yang meyakini buah mengkudu dapat mengobati dan mencegah berbagai penyakit mematikan, seperti kanker.

Mulai dari buahnya, daun, bunga, batang, kulit kayu, dan akar mengkudu, semuanya bisa digunakan sebagai obat penyakit maupun perawatan kecantikan.

Melansir dari webmd.com, kebanyakan orang memanfaatkan buah mengkudu untuk mengatasi batuk, diabetes, kejang, kelancaran menstruasi, masalah buang air kecil, cacar, kanker, asma, dan lain sebagainya.

Sedangkan daun mengkudu bisa digunakan untuk pengobatan rematik, pembengkakan sendi, sakit perut, disentri dan infeksi parasit. Selanjutnya, kulit kayunya bisa dimanfaatkan untuk membantu persalinan.

Buah mengkudu sendiri diyakini mengandung banyak zat, salah satunya kalium. Beberapa zat di dalam mengkudu itulah yang membantu memperbaiki sel-sel rusak dalam tubuh, mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dan memiliki aktivitas lain.

Ilustrasi mengkudu. (Shutterstock)
Ilustrasi mengkudu. (Shutterstock)

Sayangnya, buah mengkudu yang memiliki banyak manfaat kesehatan ini bisa juga menimbulkan efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk teh atau jus.

Pengolahan buah mengkudu dalam bentuk minuman seperti teh dan jus dapat menyebabkan kerusakan hati pada orang tertentu.

Adapun 3 ciri orang yang dilarang mengonsumsi mengkudu dalam bentuk apapun karena berisiko bagi kondisi serta kesehatannya antara lain:

1. Ibu hamil dan menyusui

Wanita dalam kondisi hamil dan menyusui lebih baik menghindari konsumsi buah mengkudu. Sebab, buah kaya manfaat ini bisa menyebabkan keguguran.

Begitu pula jika ibu sedang menyusui, mungkin akan mengalami masalah pada ASI jika mengonsumsi buah mengkudu.

Ilustrasi ibu hamil sedang minum. (Shutterstock)
Ilustrasi ibu hamil sedang minum. (Shutterstock)

2. Penderita ginjal

Buah mengkudu mengandung banyak potasium yang bisa menjadi masalah utama penderita ginjal. Sebuah laporan menunjukkan buah mengkudu dapat mengembangkan kadar kalium dalam darah penderita ginjal.

Kondisi itulah yang bisa memperburuk penyakit ginjal seseorang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokumen FDA Bocor, Daging Hingga Susu di AS Terdapat Bahan Kimia Berbahaya

Dokumen FDA Bocor, Daging Hingga Susu di AS Terdapat Bahan Kimia Berbahaya

Health | Rabu, 05 Juni 2019 | 21:25 WIB

Keranjingan Tanning Bed, Wanita Ini Kini Berjuang Lawan Kanker Kulit

Keranjingan Tanning Bed, Wanita Ini Kini Berjuang Lawan Kanker Kulit

Lifestyle | Rabu, 05 Juni 2019 | 19:02 WIB

Tidak Hanya Makanan, Pekerjaan Juga Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Tidak Hanya Makanan, Pekerjaan Juga Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Health | Selasa, 04 Juni 2019 | 17:05 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB