Tak Pernah Tes USG, Bayi Ini Meninggal karena Kepala Terjepit saat Lahir

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Tak Pernah Tes USG, Bayi Ini Meninggal karena Kepala Terjepit saat Lahir
Ilustrasi pemeriksaan USG. (Shutterstock)

Seorang dokter mengimbau pentingnya tes USG selama masa kehamilan setelah mendapat kasus kepala bayi terjepit saat dilahirkan.

Suara.com - Pemeriksaan ultrasonografi (USG) merupakan salah satu rangkaian pemeriksan kehamilan yang dianjurkan bagi wanita hamil.

Tes USG ini tidak hanya untuk melihat jenis kelamin sang calon bayi, namun juga melihat perkembangan janin, apakah aman atau justru mengalami hal abnormal.

Ini sangat penting, seperti yang disampaikan oleh seorang Dokter Spesialis Kandungan, dr. Darrell Fernando, SpOG dari RSUD Lubuk Basung, Sumatera Barat.

Melalui unggahan Instagram story, ia mengungkapkan suatu kasus di mana ada seorang ibu yang tidak pernah melakukan tes USG. Akibatnya, ia tidak tahu janinnya berkembang secara abnormal.

"Kemarin dapat kasus seperti ini. Bayi lahir ke bidan sudah keluar kakinya. Tidak pernah ketahuan sungsang, tidak pernah USG. Kepala bayi nyangkut nggak bisa lahir," tulisnya dalam Instagram story pertama.

Dokter mengimbau pentingnya USG (Instagram/DarrelFernando)
Dokter mengimbau pentingnya USG (Instagram/DarrelFernando)

Sang dokter menceritakan bahwa sang ibu tidak pernah memeriksakan kandungannya dengan melakukan USG. Sampai pada akhirnya tiba masa melahirkan, kepala sang bayi terjepit.

"Datang-datang, kondisi bayi kepala terjepit (aftercoming head) dan sudah meninggal. Bayi dilahirkan dengan manuver untuk melahirkan kepala (tidak ada Forceps piper), dan terdapat Kelainan Kongenital Mayor pada bayi," ungkapnya lagi.

Forceps untuk melahirkan (Instagram/bumpandboobs)
Forceps untuk melahirkan (Instagram/bumpandboobs)

Sebagai informasi, forceps merupakan alat yang biasa digunakan saat melahirkan. Alat ini akan menjepit kepala bayi yang masih di dalam rahim bersamaan dengan ibu yang mengejan.

Oleh karena itu, dr. Darrell mengimbau pada ibu hamil untuk rutin memeriksakan kandungannya dengan tes USG.

"Periksa hamil di bidan boleh kok, tapi harus tetap USG, minimal 3 kali selama hamil. Semua demi kesehatan ibu dan bayinya," sambungnya lagi.

Dokter mengimbau pentingnya USG (Instagram/DarrelFernando)
Dokter mengimbau pentingnya USG (Instagram/DarrelFernando)

Ia kemudian juga menguraikan masa-masa kehamilan untuk melakukan tes USG.

"Tapi pada kehamilan yang risiko tinggi , USG bisa dilakukan lebih sering. Misalnya setiap 2 minggu, atau bahkan 2 kali seminggu," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS