Kenali Brain Fever, Wabah Penyebab Ratusan Anak di India Meninggal

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Selasa, 25 Juni 2019 | 19:00 WIB
Kenali Brain Fever, Wabah Penyebab Ratusan Anak di India Meninggal
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Sebanyak 152 anak di Muzaffarpur, salah satu distrik terpadat di negara bagian Bihar, India, meninggal dunia akibat Sindrom Ensefalitis Akut (AES). Sindrom ini juga dikenal sebagai 'brain fever'.

Melansir BBC UK, menurut Dr Arun Shah, dokter anak lokal, mempercayai penyakit ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis.

Di sisi lain, banyak dokter menyalahkan kematian karena memakan buah leci yang ditanam secara lokal saat perut kosong. Muzaffarpur sendiri memang dikenal sebagai pusat pertumbuhan buah leci di negara tersebut.

Diyakini buah ini mengandung racun yang menghambat kemampuan tubuh untuk menghasilkan glukosa sehingga dapat mempengaruhi anak-anak muda yang kadar gula darahnya sudah rendah.

Itu sebabnya, kata dokter, banyak korban telah meninggal karena hipoglikemia, atau gula darah rendah.

Sindrom Ensefalitis Akut (AES) merupakan penyakit otak yang mematikan.

Melansir Times of India, ini adalah gangguan neurologis yang memengaruhi otak dan sistem limbik ketika strain virus atau bakteri tertentu menyerang tubuh.

Pendistribusian makanan ke rumah sakit di Bihar (Instagram/InvisibleIndia)
Pendistribusian makanan ke rumah sakit di Bihar (Instagram/InvisibleIndia)

Menurut Dr Madhukar Bhardwaj, Konsultan, Neurologi, Aakash Healthcare Super Speciality Hospital, Dwarka, "Ensefalitis adalah peradangan jaringan otak. Setelah virus masuk ke dalam darah, ia mulai bermigrasi ke jaringan otak dan menggandakan dirinya."

"Segera setelah sinyal mencapai sistem kekebalan tubuh kita, ia menghasilkan respons terhadapnya dalam bentuk otak yang meradang atau kita dapat mengatakan otak membengkak."

baca juga

"Ketika respon yang dihasilkan sendiri dan infeksi bergabung, ini mengarah ke ensefalitis virus dan itu memengaruhi sumsum tulang belakang dan sistem saraf pusat kita. Menyebabkan kerusakan sel-sel otak melalui pembuluh darah yang terinfeksi virus."

Di sisi lain, Dr Chandril Chugh, Konsultan Senior & Kepala - Intervensi Neurologi, Max Super Speciality Hospital, Saket, menegaskan fakta bahwa Ensefalitis sangat berbahaya dan perawatan tepat waktu adalah kunci untuk pemulihan.

"'Brain Fever' merupakan keadaan darurat medis dan dapat berubah menjadi penyakit mematikan jika tidak diobati tepat waktu," ujar Dr Chugh.

"Telah ada peningkatan kasus antara 2008 dan 2014, dengan hampir 44.000 kasus dan 6000 kematian dilaporkan dari India saja, terutama di Bihar, di mana anak-anak telah berulang kali menjadi mangsa virus," sambungnya.

Hingga kini, salah satu gejala yang dilaporkan adalah gula darah rendah. Penyakit ini adalah sesuatu yang bermanifestasi ke kondisi yang lebih parah, termasuk demam yang sangat tinggi, koma, delirium, kejang dan disorientasi pada deteriorasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri, di Pantai Ini Wisatawan Bisa Selfie dengan Hiu Putih Raksasa

Ngeri, di Pantai Ini Wisatawan Bisa Selfie dengan Hiu Putih Raksasa

Lifestyle | Selasa, 25 Juni 2019 | 18:05 WIB

India Batalkan Kesepakatan Pembelian Rudal Antitank dengan Israel

India Batalkan Kesepakatan Pembelian Rudal Antitank dengan Israel

News | Selasa, 25 Juni 2019 | 13:20 WIB

Asyik, Setelah India, Renault Triber Dipastikan Masuk Indonesia!

Asyik, Setelah India, Renault Triber Dipastikan Masuk Indonesia!

Otomotif | Selasa, 25 Juni 2019 | 11:10 WIB

Terkini

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

×