Thomas Djorghi Ngaku Sering Tidur Jam Setengah 6 Pagi, Sehatkah?

Rabu, 17 Juli 2019 | 19:50 WIB
Thomas Djorghi Ngaku Sering Tidur Jam Setengah 6 Pagi, Sehatkah?
Rahasia awet muda Thomas Djorgi (Instagram/@thomasdjorgi)

Suara.com - Thomas Djorghi salah satu artis senior yang masih terlihat awet muda di usia 50 tahun. Begitu pula dengan penampilannya yang tak kalah dari artis muda lainnya.

Melaney Ricardo pun sempat penasaran dengan rahasia Thomas Djorghi menjadi penampilannya agar tetap awet muda. Ternyata Thomas Djorghi tidak memiliki rahasia atau perawatan khusus.

Ia hanya menjaga asupan air minum hariannya dan selalu berpikir positif agar tak memengaruhi penampilannya.

"Air putih pasti, harus ya. Terus positif thinking harus dong, karena kalau kita mikirin terus larut dalam masalah nanti ngaruh ke muka pasti jadi jelek," kata Thomas Djorghi dalam tayangan Call Me Mell iNews TV (02/07).

Tetapi, Thomas Djorghi mengaku justru memiliki jam tidur yang sangat buruk. Padahal jam tidur yang berantakan dan sering begadang dipercaya dapat membuat kulit keriput.

"Terus kalau masalah tidur, jam tidur gue kacau lho. Jam setengah 6 pagi biasanya gue baru tidur," tambahnya.

Selain berdampak pada penampilan kulit, kebiasaan tidur pagi atau jam tidur berantakan juga memengaruhi kesehatan tubuh.

Ilustrasi orang kurang tidur. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi orang kurang tidur. (Sumber: Shutterstock)

Para peneliti dilansir dari Brigham Health Hub, pola tidur yang berantakan dapat menurunkan metabolisme dan meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

Karena itu, orang yang bekerja secara shift lebih berisiko mengalami kondisi ini karena cenderung memiliki pola tidur dan makan yang berantakan atau tidak selaras.

Baca Juga: Sering Ciuman Membantu Menurunkan Berat Badan dan Bikin Awet Muda

Melansir dari hellosehat.com, jam tidur yang berantakan seperti kebiasaan begadang juga memicu beberapa penyakit lainnya.

1. Gangguan sekresi hormon

Tubuh akan memproduksi hormon penting bagi fungsi metabolisme ketika kita sedang tertidur. Jadi jam tidur yang berantakan tentu akan mengganggu sekresi dan kinerja hormon tersebut meskipun Anda sudah tidur siang.

2. Memicu kegemukan

Kurangnya tidur di malam hari juga memicu sekresi hormon yang menyebabkan kegemukan. Hormon ini memicu rasa lapar pada siang hari dan menyebabkan orang ingin makan lebih banyak.

3. Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI