Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

Viral Bersetubuh Disebut Bisa Atasi Hipotermia, Apa Kata Pakar?

M. Reza Sulaiman
Viral Bersetubuh Disebut Bisa Atasi Hipotermia, Apa Kata Pakar?
Cerita orang atasi hipotermia dengan cara bersetubuh (Instagram/@willykurniawanid)

Pakar menjelaskan alasan mengapa bersetubuh bukan metode pertolongan hipotermia yang tepat. Simak ya!

Suara.com - Viral Bersetubuh Disebut Bisa Atasi Hipotermia, Apa Kata Pakar?

Viral di internet, cerita tentang pendaki yang bersetubuh untuk mengatasi hipotermia. Dikatakan, ragam pertolongan lainnya sudah dicoba namun tak berhasil.

"Gw pernah ada kasus cewek hipotermia hampir meninggal di Gunung Rinjani, segala cara udah dicoba, tapi cewek ini gak membaik, akhirnya ada anak mapala yg berpengalaman yg nyaranin untuk menyetubuhi cewek ini agar suhu tubuhnya hangat, akhirnya salah satu teman dekatnya cowoknya menyetubuhi cewek tersebut," cerita seseorang yang disembunyikan namanya, dikutip dari unggahan Instagram akun Willy Kurniawan.

Unggahan ini memancing kontroversi. Sebabnya, bersetubuh diyakini bukan cara yang tepat dalam penanganan kasus hipotermia.

Dokter Wahyuni Dian Purwati, SpEM, Kepala Departemen Emergensi, Siloam Hospitals Kebon Jeruk, turut membantah klaim tersebut. Ia mengatakan memang ada teknik skin to skin contact, namun tidak diartikan sebagai bersetubuh.

"Skin to skin contact memang salah satu yg dapat digunakan untuk memperbaiki suhu tubuh yg rendah. Tapi bukan dengan bersetubuh," tutur dr Wahyuni saat dihubungi Suara.com.

Dijelaskan dr Wahyuni, saat mengalami hipotermia suhu tubuh akan turun drastis di bawah 32 derajat celsius. Pada kasus hipotermia parah, suhu tubuh bisa mencapai di bawah 28 derajat celsius.

Ilustrasi Hipotermia [shutterstock]
Ilustrasi Hipotermia [shutterstock]

Suhu tubuh yang sangat rendah akan membuat denyut nadi dan pernapasan melambat, serta membuat tubuh menjadi kaku. Dengan sendirinya, orang akan sulit bergerak, apalagi melakukan kegiatan seperti bersetubuh.

"Teorinya saat tubuh dingin karena suhunya rendah, maka tubuh akan memproduksi panas tubuh dari dalam, untuk menaikkan suhu tubuh. Proses produksi panas tubuh ini membutuhkan energi yang besar. Tidak masuk akal jika malah bersetubuh, yang lebih menguras energi lagi," jelasnya.

Menurutnya, mitos bersetubuh untuk mengatasi hipotermia bisa jadi muncul dari anggapan suhu tubuh akan naik saat bergerak. Padahal, bersetubuh justru membuang energi yang bisa digunakan tubuh untuk memproduksi panas dari dalam.

"Memang salah satu metode active warming itu dengan bergerak, jadi dianggap bersetubuh bisa meningkatkan suhu tubuh. Padahal tidak begitu. Ini cuma mitos ya," tutup dr Wahyuni.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS