Berdiri Sebelum Kemerdekaan, Begini Kiprah Puskemas Mlati II di Sleman

Vika Widiastuti

Rabu, 31 Juli 2019 | 13:35 WIB
Berdiri Sebelum Kemerdekaan, Begini Kiprah Puskemas Mlati II di Sleman
Puskemas Mlati II (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)

Suara.com - Jika diamati dari luar, Puskemas Mlati II yang berlokasi di Cabakan, Sumberdadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta kelihatan seperti layanan kesehatan masyarakat pada umumnya. Namun, saat melangkah masuk dan mengamati lebih dalam Anda akan melihat gaya bangunan yang berbeda. 

Selasa (16/7/2019), Suara.com berkesempatan menyusuri lorong puskesmas yang kental akan nuansa sejarah. Puskemas ini dibangun sebelum kemerdekaan. Bangunannya pun bergaya Belanda, yaitu langit-langit tinggi, jendela besar dan tinggi.

Terlihat pula dari pelataran puskesmas, banyak pasien berobat ditemani oleh keluarga. Menurut Kasubbag Tata Usaha Puskemas Mlati 2 Sudiyo tak kurang dari 170 pasien berobat ke puskesmas setiap harinya.

Setelah bangunan utama, Suara.com melangkah lebih dalam menyusuri puskesmas. Tampak ambulans terpakir di halaman tengah dan terdapat pula area taman bermain untuk anak. Selain itu, beberapa sudut bangunan juga sedang dalam tahap renovasi.

Sudiyo mengungkapkan, puskesmas ini didirikan sekitar tahun 1930an dan dulunya bernama balai pengobatan. Jadi, hampir sekitar 1 abad puskemas ini berdiri kokoh. "Ini dulunya rumah sakit untuk karyawan pabrik gula jaman Belanda," katanya.

Puskemas Mlati II di Cabakan, Sumberdadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (HiMedik.com/Vika Widiastuti)
Puskemas Mlati II di Cabakan, Sumberdadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (HiMedik.com/Vika Widiastuti)

Lalu, sekitar 1995 baru dinamai sebagai Puskemas Mlati II. Sekarang mereka sedang menunggu surat penetapan puskemas sebagai cagar budaya yang kini sedang dalam proses.

Lebih lanjut lagi, ia menerangkan bangunan puskemas ada dua, yaitu Bagunan yang menghadap ke selatan dan bangunan barat. Bangunan yang sampai saat ini masih dipertahankan bentuknya adalah bangunan yang mengadap selatan. Kalaupun renovasi, Sudiyo mengatakan hanya bersifat memperbaiki dan mengganti yang rusak.

Sementara bangunan yang menghadap ke barat merupakan bangunan baru yang terdiri dari instalasi gawat darurat (IGD), Poli Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), dan ruang rawat inap.

Menurutnya, sebagai pusat pelayanan kesehatan, Puskemas Mlati II selalu berusaha memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat, Puskemas Mlati II juta sering menerima studi banding dari puskemas lain, seperti standar pelayanan dan akreditasi puskemas.

baca juga
Puskemas Mlati II di Cabakan, Sumberdadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (HiMedik.com/Vika Widiastuti)
Puskemas Mlati II di Cabakan, Sumberdadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (HiMedik.com/Vika Widiastuti)

Ia mengatakan, kini Puskesmas Mlati II menyandang akreditasi paripurna atau tingkat tertinggi.

Puskesmas ini dilengkap oleh 2 ambulans dan 1 puskemas keliling (pusling). Selain itu, Puskemas Mlati II juga memiliki ruang rawat inap terdiri dari 9 kamar masing-masing 2 tempat tidur jadi 18 tempat tidur. Ruangan tersebut terbagi jadi dua kelompok, yaitu untuk pasien umum 6 kamar dan kebidanan atau melahirkan 3 kamar.

Terkait pendanaan, ia mengatakan, ada pula dana dari pemerintah daerah (pemda) terkait operasional puskemas. "Pendanaan kemudian bimbingan teknis, pemeliharaan dari Pemda," lanjutnya.

Bukan cuma berusaha menyediakan fasilitas yang baik, puskemas ini juga kerap mengadakan berbagai kegiatan. Seperti penyuluhan terhadap masyarakat, di antaranya tentang demam berdarah, hipertensi, kesehatan jiwa.

Selain itu, Puskemas Mlati II juga memiliki program pembinaan dan pemberdayaan pasien dengan gangguan kejiwaan. "Mereka diajarkan menanam sayur, membuat telur asin. Setelah kita dorong, kita latih, respons mereka bagus dan bisa berkarya. Setelah bagus kita kembalikan ke masyarakat dan respons masyarakat bagus," terang Sudiyo.

Puskemas Mlati II di Cabakan, Sumberdadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (HiMedik.com/Vika Widiastuti)
Puskemas Mlati II di Cabakan, Sumberdadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (HiMedik.com/Vika Widiastuti)

Untuk tetap menjaga kualitas, mereka mengadakan survei kepuasan masyarakat (SKM) internal untuk meningkatkan kinerja seluruh pengelola dan staf puskemas. Bukan itu saja, mereka juga mengadakan SKM eksternal setahun dua kali untuk untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. "SKM eksternal yang melibatkan pasien, lintas sektor setahun dua kali. Hasil dari situ nanti dilihat di mana yang perlu perbaikan. Yang semester ini, indeks kepuasan masyarakat mencapai 80,88 persen," ujarnya

Meski lama dibangun dan kental akan nuansa sejarah, Puskemas Mlati II juga terus berinovasi dan mengikuti perkembangan media digital. "kita juga melayani pendaftaran pasien lewat WA. Jadi untuk besok mau periksa kita ada layanan daftar dulu aja. Termasuk juga pengelolaan keluhan msyarakat. websitenya juga fitur untuk surat warga bisa menyampaikan apresiasi, keluhan atau saran kita sangat terbuka dan kita menunggu masukan dari masyarakat," terangnya.

Puskemas Mlati II di Cabakan, Sumberdadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (HiMedik.com/Vika Widiastuti)
Puskemas Mlati II di Cabakan, Sumberdadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (HiMedik.com/Vika Widiastuti)

Ia mengatakan, manajemen Puskemas Mlati II sangat terbuka terhadap keluhan dan saran dari masyarakat. Mereka juga telah menyiapkan beberapa kotak saran beberapa titik puskemas agar masyarakat yang kurang familiar terhadap media sosial, tetap bisa menyampaikan aspirasinya. "Karena sekarang dituntut terus berinovasi kalau ada kekurangan kita terima sebagai masukan." imbuhnya.

Dibangun pada masa penjajahan Belanda, Puskemas Mlati II tak lepas dari berbagai cerita mistis. Hal ini dibenarkan oleh Sudiyo. Meski begitu tak menyurutkan semangat staf dan karyawan puskemas untuk tetap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RS BP Batam Akan Terapkan Layanan Kesehatan Berbasis Blockchain

RS BP Batam Akan Terapkan Layanan Kesehatan Berbasis Blockchain

Health | Senin, 27 Mei 2019 | 12:41 WIB

Mudik Lebaran Menkes Sediakan Layanan Kesehatan di Bandara

Mudik Lebaran Menkes Sediakan Layanan Kesehatan di Bandara

Lifestyle | Senin, 27 Mei 2019 | 04:00 WIB

Layanan Kesehatan Berkualitas, Siloam Hospitals Raih Penghargaan

Layanan Kesehatan Berkualitas, Siloam Hospitals Raih Penghargaan

Press Release | Minggu, 02 Desember 2018 | 05:52 WIB

Setengah Populasi Dunia Masih Kurang Akses Layanan Kesehatan

Setengah Populasi Dunia Masih Kurang Akses Layanan Kesehatan

Health | Kamis, 14 Desember 2017 | 14:35 WIB

Terkini

Kenapa Cuma Nama Ferdy Sambo? Rieke Diah Pitaloka Protes Pemaparan Ditjen PAS di DPR

Kenapa Cuma Nama Ferdy Sambo? Rieke Diah Pitaloka Protes Pemaparan Ditjen PAS di DPR

Video | Selasa, 29 September 2026 | 14:00 WIB

Review Film The Scout: Karakternya Menarik Kendati Emosinya Tertahan

Review Film The Scout: Karakternya Menarik Kendati Emosinya Tertahan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 14:00 WIB

Kapten Malaysia Akui Timnas Indonesia Sulit Ditaklukkan Meski Main 10 Pemain

Kapten Malaysia Akui Timnas Indonesia Sulit Ditaklukkan Meski Main 10 Pemain

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 13:59 WIB

Extrait de Parfum dan Eau de Parfum, Lebih Bagus Mana?

Extrait de Parfum dan Eau de Parfum, Lebih Bagus Mana?

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 13:56 WIB

10 Film yang Perlu Ditonton Sebelum Nonton 'Avengers: Endgame Encore', Biar Gak Bingung!

10 Film yang Perlu Ditonton Sebelum Nonton 'Avengers: Endgame Encore', Biar Gak Bingung!

Entertainment | Selasa, 29 September 2026 | 13:55 WIB

Erick Thohir Maklumi Kegagalan John Herdman Gagal Bawa Timnas Indonesia Tekuk Malaysia

Erick Thohir Maklumi Kegagalan John Herdman Gagal Bawa Timnas Indonesia Tekuk Malaysia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 13:55 WIB

Prabowo Bahas Pengentasan Narkoba, BNN sampai Peneliti Merapat ke Istana

Prabowo Bahas Pengentasan Narkoba, BNN sampai Peneliti Merapat ke Istana

News | Selasa, 29 September 2026 | 13:53 WIB

Saksi Ungkap Fee Percepatan Haji Rp17,5 Juta, Ada Dolar dalam Goodie Bag Terkait Gus Alex

Saksi Ungkap Fee Percepatan Haji Rp17,5 Juta, Ada Dolar dalam Goodie Bag Terkait Gus Alex

News | Selasa, 29 September 2026 | 13:53 WIB

John Herdman Harus Tahu! Begini Taktik Jenius STY Saat Timnas Indonesia Gebuk Malaysia 4-1

John Herdman Harus Tahu! Begini Taktik Jenius STY Saat Timnas Indonesia Gebuk Malaysia 4-1

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 13:52 WIB

Jejak Uang Panas Silmy Karim Masuk Kampus? KPK Cecar Dosen Pembimbing Doktoral

Jejak Uang Panas Silmy Karim Masuk Kampus? KPK Cecar Dosen Pembimbing Doktoral

News | Selasa, 29 September 2026 | 13:50 WIB

×