Berisiko Kematian Nomor 1, Yuk Kenali Gejala Serangan Jantung

Silfa Humairah Utami, Vessy Dwirika Frizona

Kamis, 01 Agustus 2019 | 21:26 WIB
Berisiko Kematian Nomor 1, Yuk Kenali Gejala Serangan Jantung
Ilustrasi serangan jantung, dada sesak, nyeri dada. (Shutterstock)

Suara.com - Berisiko Kematian Nomor 1, Yuk Kenali Gejala Serangan Jantung

Menurut berbagai survei Kementerian Kesehatan, penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab nomor satu kematian di Indonesia, dan penyakit arteri koroner merupakan kontributor utama.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa di Indonesia sebesar 1,5% atau 15 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita PJK. Jika dilihat dari penyebab kematian tertinggi di Indonesia, menurut Survey Sample Registration System tahun 2014 menunjukkan 12,9% kematian akibat Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Berdasarkan data tersebut, maka sangat penting melalukan deteksi dini. Akan tetapi memang serangan jantung terjadi sangat mendadak. Dalam dunia medis gejala ini disebut Sindrom Koroner Akut (SKA), yakni salah satu manifest klinis PJK yang bersifat akut atau muncul mendadak dan faktor penyebab utama kematian.

Dokter dr. Hengkie F. Lasanudin, Sp.JP (K), FIHA, ahli jantung dan pembuluh darah RSPP menjelaskan PJK adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh terjadinya penyempitan dan hambatan arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung, apabila penyempitan ini menjadi parah dapat menimbulkan serangan jantung. Oleh sebab itu siapa pun perlu mewaspadai serangan jangan dengan cara mengenali gejalanya.

“Gejala – gejala serangan jantung yaitu nyeri dada di dada kiri atau tengah atau nyeri ulu hati atau nyeri punggung, nyeri dada seperti ditekan atau dihimpit benda berat," ungkap dokter Hengkie saat ditemui Suara.com, Kamis (1/8/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan, rasa nyeri itu kemudian menjalar ke lengan kiri, punggung, bahu dan rahang, kadang disertai sesak nafas, dada berdebar, keringat dingin, mual atau muntah.

"Pada saat seseorang terkena serangan jantung, maka terjadi penyumbatan total pada arteri koroner yang dalam hitungan menit dapat menimbulkan kematian sel-sel otot jantung (miokard), sehingga fungsi jantung akan menurun drastis dan gagal berfungsi sebagai pompa sirkulasi darah ke seluruh tubuh atau sering dikenal dengan gagal jantung," sambungnya.

Maka, jelas dokter Hengkie, kejadian SKA harus segera ditangani dan semakin cepat sumbatan arteri koroner diatasi, sehingga akan semakin banyak sel–sel miokard terselamatkan sehingga daya pompa jantung dapat dipertahankan. Jadi kenali gejala serangan jantung secara spesifik untuk cepat ditangani dan diselamatkan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali 'Simbol' yang Menyebabkan Penyakit Jantung dan Stroke

Kenali 'Simbol' yang Menyebabkan Penyakit Jantung dan Stroke

Health | Rabu, 31 Juli 2019 | 18:10 WIB

Minum Air Dingin Setelah Latihan Sepak Bola, Pria Ini Pingsan dan Meninggal

Minum Air Dingin Setelah Latihan Sepak Bola, Pria Ini Pingsan dan Meninggal

Health | Jum'at, 26 Juli 2019 | 09:35 WIB

Satu Bulan Sebelum Serangan Jantung, Tubuh Beri Peringatan Lewat 8 Gejala

Satu Bulan Sebelum Serangan Jantung, Tubuh Beri Peringatan Lewat 8 Gejala

Health | Senin, 22 Juli 2019 | 15:09 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB