Siapa Sangka, Masih Ada Bahan Berbahaya yang Tersembunyi dalam Makanan Anak

Senin, 05 Agustus 2019 | 16:30 WIB
Siapa Sangka, Masih Ada Bahan Berbahaya yang Tersembunyi dalam Makanan Anak
Ilustrasi, jajanan anak, permen, lolipop. (Shutterstock)

Suara.com - Anak-anak, termasuk apa yang mereka konsumsi harus benar-benar diperhatikan.

Tetapi sayangnya, bahkan ketika Anda berpikir sudah mengemas makanan paling sehat, ada beberapa bahan makanan berbahaya yang masih mengintai kesehatan mereka.

Berikut beberapa bahan makana tersebut, melansir dari Reader's Digest.

1. Gula

Orang tua dapat mencoba membatasi makanan manis anak-anak dengan tidak memberi mereka permen atau es krim, tetapi ini tidak cukup, jelas Jessica Tosto, MS, RD, koordinator klinis nutrisi dan dietetika di College of Health Professions di Pace University.

Gula ditambahkan ke banyak makanan sehari-hari, misalnya kecap hingga roti. Bahkan daging olahan pun mengandung gula tambahan.

"Salah satu contoh utama yang sering diabaikan adalah yogurt, terutama varietas rasa buah yang mengandung sekitar 18 gram gula," kata Tosto.

Alih-alih menyajikan minuman manis seperti soda dan jus, katanya, cobalah memilih yogurt biasa (bukan vanila) dan tambahkan dengan irisan pisang dan blueberry yang sudah matang, irisan almond, atau kacang kenari, dan seperempat sendok teh ekstrak vanili.

Permen Skittles. (Pixabay/Shalous_Photography)
Permen Skittles. (Pixabay/Shalous_Photography)

2. Lemak padat

Baca Juga: CEO Grab Rela Jadi Botak demi Anak-Anak Penderita Kanker

"Lemak padat seperti jenis yang terkandung dalam daging merah dan olahan, makanan yang digoreng, susu dan keju, mentega, kue, dan kue meningkatkan risiko seseorang untuk penyakit jantung di kemudian hari, termasuk anak-anak," kata Natalie Digate Muth, MD, seorang dokter anak dan sesama dari American Academy of Pediatrics.

Ia merekomendasikan untuk mengganti opsi yang lebih sehat seperti daging tanpa lemak dan sayuran.

3. Sirup jagung tinggi fruktosa

Tosto menjelaskan bahwa sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS) memiliki rasio fruktosa terhadap glukosa yang berbeda, sehingga sebenarnya lebih manis daripada gula.

"Ini juga jauh lebih murah, sehingga ditambahkan ke banyak makanan di AS dan merupakan pemanis kalori utama dalam soda," katanya.

Sementara FDA dan American Medical Association (AMA) menyatakan tidak ada bukti pasti bahwa sirup jagung tinggi fruktosa lebih buruk bagi kesehatan Anda daripada gula, madu, atau pemanis tradisional lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI