Belasan Bulan Pakai Vape, Paru-Paru Remaja 18 Tahun Ini Penuh Lubang

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 15:05 WIB
Belasan Bulan Pakai Vape, Paru-Paru Remaja 18 Tahun Ini Penuh Lubang
Ilustrasi vape (rokok elektrik). (Shutterstock)

Suara.com - Paru-paru seorang lelaki remaja usia 18 tahun runtuh karena kebiasaannya menggunakan rokok elektrik atau vape selama 18 bulan.

Chance Ammirata, remaja asal Amerika Serikat ini sampai dilarikan ke rumah sakit dan menjalani rawat inap akibat vape.

Sebelum jatuh sakit, Ammirata sempat mengeluh kesakitan di bagian dada kirinya. Tetapi, ia hanya mengira rasa sakitnya itu karena ia menarik ototnya.

Beberapa hari berikutnya ketika ia pergi ke arena bowling, ia kembali mengeluh kesakitan. Bahkan Ammirata hampir tidak bisa duduk sendiri di kursinya.

"Saat itu rasanya dadaku sudah hancur, aku seperti terkena serangan jantung," katanya, dikutip dari World of Buzz.

Vape atau rokok elektronik (elektrik). (Shutterstock)
Vape atau rokok elektronik (elektrik). (Shutterstock)

Saat itulah Ammirata baru memutuskan pergi ke rumah sakit. Lima jam kemudian, Ammirata sudah dikelilingi oleh ahli bedah yang menangani kondisinya.

Ammirata harus menjalani tindakan operasi darurat karena dokter menemukan paru-paru kirinya sudah runtuh. Mereka juga perlu memasukkan tabung ke dalam organnya agar tetap mendapatkan udara.

Selama operasi berlangsung, dokter memperbaiki lubang-lubang di paru-paru Ammirata. Seorang dokter mengatakan lubang-lubang atau bintik-bintik hitam di parunya itu dampak dari kebiasaannya menggunakan vape.

Dokter mengatakan bahwa bintik-bintik hitam di paru-parunya mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menghilang atau bahkan tidak sama sekali.

baca juga
Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (Shutterstock)
Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (Shutterstock)

Akibat kejadian ini, Ammirata pun membagikan ceritanya di media sosial. Ia menunjukkan kondisi paru-parunya yang penuh dengan bintik hitam akibat menggunakan vape selama 1,5 tahun.

Awalnya, ia mengira rokok elektrik itu lebih aman dari rokok biasa. Ia juga menduga banyak orang yang berpikiran hal sama. Kini ia telah menyadari bahwa vape sama buruknya.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa vape juga bisa merusak paru-paru penggunanya. Ia pun meminta orang-orang untuk berhenti memakai vape.

Ammirata menyadari bahwa sangat susah untuk berhenti merokok menggunakan vape. Tetapi, kondisi akan lebih buruk jika seseorang membiarkan dirinya merokok terus-menerus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mandi Malam Sebabkan Paru-paru Basah, Mitos atau Fakta?

Mandi Malam Sebabkan Paru-paru Basah, Mitos atau Fakta?

Health | Rabu, 24 Juli 2019 | 16:00 WIB

3 Bulan Pendarahan, Ternyata KB Implan Wanita Ini Pindah ke Paru-paru!

3 Bulan Pendarahan, Ternyata KB Implan Wanita Ini Pindah ke Paru-paru!

Health | Minggu, 21 Juli 2019 | 15:50 WIB

Susah Berhenti Merokok? Perangkat Hisap Elektronik Ini Bisa Jadi Solusi

Susah Berhenti Merokok? Perangkat Hisap Elektronik Ini Bisa Jadi Solusi

Lifestyle | Rabu, 10 Juli 2019 | 19:15 WIB

Pneumonia Jadi Penyebab Utama Kematian Balita, Begini Penjelasannya

Pneumonia Jadi Penyebab Utama Kematian Balita, Begini Penjelasannya

Health | Selasa, 09 Juli 2019 | 11:45 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB