Bayi 14 Bulan Peluk Jenazah Ayah 3 Hari Tanpa Minum, Kok Bisa Bertahan?

Rendy Adrikni Sadikin | Shevinna Putti Anggraeni
Bayi 14 Bulan Peluk Jenazah Ayah 3 Hari Tanpa Minum, Kok Bisa Bertahan?
Ilustrasi balita dan ayahnya.(Pexels/rawpixel)

Cara balita bertahan tanpa makan dan minum selama 3 hari di dalam rumah terkunci dan peluk jenazah ayahnya.

Suara.com - Kabar balita 14 bulan peluk jenazah ayahnya selama 3 hari di dalam rumah yang terkunci menghebohkan warga Jember, Jawa Timur.

Saat ditemukan, ada kulit jenazah ayahnya yang membusuk menempel di pipi dan wajah balita 14 bulan tersebut. Selama menemani jenazah ayahnya, balita ini tidak makan dan minum dalam 3 hari.

Penemuan jenazah AJ (40) ini diketahui oleh warga ketika mendengar suara tangisan balita 14 bulan itu dari dalam rumah.

Banyak orang pasti penasaran bagaimana seorang balita yang masih 1,2 tahun ini bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 3 hari.

Apalagi banyak teori mengatakan 60 persen tubuh manusia terdiri dari cairan. Orang dewasa hanya bisa bertahan hidup selama 3 hari tanpa minum.

Lalu bagaimana dengna balita? Melansir dari The Sidney Morning Herald, ternyata bayi atau balita bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 6 hari.

Ilustrasi bayi usia satu tahun. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi usia satu tahun. (Shutterstock)

Hal itu berkaitan dengan kondisi biologi anak ketika dilahirkan. Kim Oates, profesor emeritus di University of Sydney mengatakan bayi yang dilahirkan sehat dengan cairan cukup bisa membantu mereka bertahan hidup lebih lama tanpa makan.

"Ketika bayi lahir tepat pada waktunya, bisanya mereka memiliki kadar cairan yang baik. Mereka juga memiliki jumlah penyimpanan cairan yang baik dan glukosa ekstra di hatinya," jelasnya.

Sehingga bayi atau balita sanggup bertahan hidup lebih dari sehari ketika tidak makan dan minum. Tetapi setelah 6 hari, balita itu kemungkinan akan menderita gula darah rendah dan berisiko flu.

Berbeda dengan bayi yang lahir prematur, mungkin tidak memiliki kemampuan bertahan hidup yang setara atau lebih kuat dari balita yang lahir sesuai bulannya.

"Jika bayi itu lahir prematur, mereka justru memiliki peluang lebih kecil untuk bertahan hidup. Karena, mereka tidak memiliki banyak glukosa dan cairan di dalamnya." kata Profesor Oates.

Andrew McDonald, dokter anak di Sydney juga mengatakan bayi yang alhir tanpa komplikasi penyakit seperti masalah pernapasan dan lainnya juga mampu bertahan hidup tanpa cairan selama 4 hari.

McDonald mengatakan bayi yang baru lahir dirancang sedemikian rupa sehingga mereka tidak membutuhkan banyak cairan sampai hari keempat kehidupan.

"Saat itulah ASI masuk. Mereka tidak diberi banyak cairan selama empat hari pertama biasanya. Mereka dilahirkan penuh cairan," jelasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS