Kontroversial, Studi Ini Sebut Polusi Udara Bikin Orang Gangguan Jiwa

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 25 Agustus 2019 | 15:49 WIB
Kontroversial, Studi Ini Sebut Polusi Udara Bikin Orang Gangguan Jiwa
Polusi udara bisa sebabkan gangguan jiwa? [shutterstock]

Suara.com - Kontroversial, Studi Ini Sebut Polusi Udara Bikin Orang Gangguan Jiwa

Baru-baru ini sebuah studi mengungkap hal yang mengejutkan, di mana paparan polusi selama 10 tahun pertama kehidupan disebut memainkan peran penting pada kesehatan mental.

Dilasnir Medical News Today, Sabtu (24/8/2019) penelitian ini diterbitkan di jurnal PLOS Biology dengan menggunakan data di Amerika dan Denmark untuk mengulik hubungan antara polusi lingkungan dan gangguan jiwa.

Penelitian mengungkap bahwa gangguan bipolar dan depresi lebih tinggi terjadi kepada mereka yang tinggal di daerah dengan kualitas udara buruk. Disimpulkan juga orang Denmark yang tinggal di lingkungan tercemar selama 10 tahun pertama kehidupan dua kali lipat berisiko mengalami kelainan kepribadian dan skizofrenia.

Melangkah lebih jauh, peneliti kemudian tertarik untuk mencari tahu faktor-faktor apa saja yang membuat mereka menderita kelainan jiwa. Penyebabnya cujup beragam, termasuk riwayat genetik hingga pengalaman hidup, sehingga faktor lingkungan tidak bisa diabaikan.

Studi ini kemudian melihat dari sisi lingkungan tertentu, seperti polusi udara memengaruhi otak dan berpotensi gangguan jiwa. Karenanya untuk mencapai penelitian itu, peneliti menarik dua dataset besar.

Informasi polusi untuk AS berasal pengukur kualitas udara Environmental Protection Agensi (EPA), sedangkan di Denmark peneliti mengamato daftar polusi nasional.

EPA melacak 87 kualitas udara yang berbeda. Meskipun register polusi Denmark memonitor lebih sedikit pengukuran, tetapi mereka miliki resolusi special yang akurat.

Ilustrasi: Udara yang keluar dari pabrik. (Shutterstock)
Ilustrasi polusi udara. (Shutterstock)

Sementara di AS dilakukan dengan mengaksesdatabase asuransi yang mencangkup data bahwa ada 151 yang alami kelainan jiwa sejak 2003 hingga 2013.

Di Denmark mereka menggunakan data untuk semua penduduk yang mental bermasalh antara 1979 hingga 2002 tinggal di Denmark, dengan melihat jumlah data mereka berdasarkan hari hari ulang tahunnya.

Hanya saja, tidak semua orang menyetujui hasil penelitian ini. Prof John Iannidis, peneliti yang juga menuliskan editorial dalam jurnal tersebut, mengatakan hubungan antara gangguan jiwa dan polusi udara belum menunjukkan sebab-akibat.

"Meski data yang digunakan sangat besar, bukti-bukti yang ditunjukkan memiliki kelemahan dan bias, yang membuat hubungan antara polusi udara dan gangguan jiwa menjadi tidak valid. Butuh penelitian lebih besar, dengan penelitian berbagai vaktor untuk bisa membuktikannya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Ungkap Insomnia Berkaitan dengan Peningkatan Risiko Penyakit Jantung

Studi Ungkap Insomnia Berkaitan dengan Peningkatan Risiko Penyakit Jantung

Health | Minggu, 25 Agustus 2019 | 15:40 WIB

Penelitian Ini Buktikan Wireless Charging Perpendek Umur Baterai Ponsel

Penelitian Ini Buktikan Wireless Charging Perpendek Umur Baterai Ponsel

Tekno | Rabu, 21 Agustus 2019 | 08:01 WIB

Dampak Polusi, Warga Bekasi Dihantui Penyakit TB dan ISPA

Dampak Polusi, Warga Bekasi Dihantui Penyakit TB dan ISPA

Jabar | Selasa, 20 Agustus 2019 | 14:40 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB