Heboh Transplantasi Kornea Babi, Yuk Kenali Penyakit pada Kornea Mata

Ade Indra Kusuma

Sabtu, 14 September 2019 | 06:30 WIB
Heboh Transplantasi Kornea Babi, Yuk Kenali Penyakit pada Kornea Mata
Heboh Transplantasi Kornea Babi, Yuk Kenali Penyakit pada Kornea Mata.[shutterstock]

Suara.com - Heboh Transplantasi Kornea Babi, Yuk Kenali Penyakit pada Kornea Mata.

Penyakit-penyakit yang ada pada kornea mata, dapat menyebabkan gangguan pada struktur kornea secara berkelanjutan.

Contoh degenerasi kornea pada kondisi yang parah adalah penyakit ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan. Meski umumnya disebabkan oleh trauma dan genetik, kondisi ini juga dapat terpicu oleh penyakit lainnya.

Penyakit pada kornea mata dapat timbul dengan berbagai gejala yang mungkin sering disepelekan dan diabaikan. Agar lebih waspada, yuk pahami apa saja gejala penyakit yang dapat timbul pada kornea mata.

Mengutip Hellosehat, Kornea mata adalah lapisan bening pada sisi terluar yang melindungi mata dari paparan bakteri, kotoran, dan partikel-partikel berbahaya lain. Selain itu, lapisan ini juga berperan untuk menyaring sinar UV yang masuk ke dalam mata. Letak kornea berada paling luar, sehingga rentan terhadap beragam gangguan.

Luka atau infeksi kecil pada kornea biasanya dapat sembuh sendiri. Gejala-gejala apabila terdapat gangguan pada kornea antara lain ialah mata terasa sakit, pandangan buram, mata berair, mata kemerahan, hingga sensitivitas tinggi terhadap cahaya.

Ilustasi kornea mata. [Shutterstock]
Ilustasi kornea mata. [Shutterstock]

Gejala-gejala tersebut merupakan tanda dari kondisi yang lebih berbahaya. Jadi sebaiknya segera kunjungi dokter apabila mengalami tanda-tanda tersebut. Lantas kondisi apa saja yang bisa menyerang kornea mata?

Ada 3 masalah kesehatan yang dapat menyerang kornea mata, yaitu:

Keratitis

baca juga

Keratitis adalah peradangan pada kornea yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Perawatan yang dilakukan antara lain pemberian obat tetes mata antibakteri atau antijamur, pemberian obat anti virus, dan pemberian obat tetes mata steroid.

Herpes Okular

Herpes okular adalah infeksi virus yang persisten, biasanya disebabkan oleh virus Herpes Simplex I (HSV I). Tandanya yang umum adalah luka pada kornea. Herpes okular tidak dapat disembuhkan, namun obat antivirus atau obat tetes mata steroid dapat diberikan untuk mencegah perkembangannya.

Herpes Zoster

Penyakit ini dapat muncul pada penderita cacar air. Herpes Zoster atau sinanaga mungkin dapat memunculkan luka pada kornea yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun obat antivirus dan tetes mata steroid juga dapat diresepkan untuk mengurangi pembengkakan.

Degenerasi kornea seperti keratoconus, distrophi kornea, map-dot-fingerprint dystrophy, fuchs’ dystrophy, dan lattice dystrophy juga dapat merusak kornea mata. Perawatannya akan berbeda-beda tergantung pada jenis penyakitnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Transplantasi Organ Tubuh, Peneliti Ungkap Lamanya Orang Bisa Hidup

Sering Transplantasi Organ Tubuh, Peneliti Ungkap Lamanya Orang Bisa Hidup

Health | Jum'at, 14 Juni 2019 | 20:20 WIB

Cemas Donornya Gay, Artis Ini Tolak Transplantasi Hati dan Tuai Kontroversi

Cemas Donornya Gay, Artis Ini Tolak Transplantasi Hati dan Tuai Kontroversi

Health | Minggu, 19 Mei 2019 | 13:20 WIB

Demi Pacar Anak, Seorang Ibu Rela Bantu Transplantasi Ginjal

Demi Pacar Anak, Seorang Ibu Rela Bantu Transplantasi Ginjal

Health | Senin, 13 Mei 2019 | 16:28 WIB

Terkini

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

×