Asyik Konsumsi Minuman Bewarna dan Berasa, 11 Penyakit Ini Hantui Anda

Silfa Humairah Utami
Asyik Konsumsi Minuman Bewarna dan Berasa, 11 Penyakit Ini Hantui Anda
Ilustrasi konsumsi minuman bewarna dan berasa setiap hari. (Shutterstock)

Apa penyakit akibat kurang minum air mineral karena asyik konsumsi minuman bewarna dan berasa?

Suara.com - Asyik Konsumsi Minuman Bewarna dan Berasa, 11 Penyakit Ini Hantui Anda.

Masyarakat kota kini memiliki gaya hidup yang cukup konsumtif meminum minuman yang berasa, bewarna hingga dingin. Bukan sekali dalam sehari, namun bisa berkali-kali layaknya kebutuhan minum air mineral

Padahal jika berlebihan hal itu tidak baik untuk kesehatan. Kurang cairan air mineral, karena asyik minum minuman cairan yang mengandung banyak gula, zat pewarna dan kandungan lainnya saat haus bisa memicu banyak penyakit.

Dalam hal ini dr. Milka Inkiriwang, selaku Kabid Humas Perhimpunan Dokter Umum Indonesia menjelaskan kurang minum air mineral karena gaya hidup minum minuman bewarna dan berasa setiap hari bisa menyebabkan banyak penyakit. Hal ini ia ungkapkan  saat dijumpai Suara.com dalam acara  ‘Ayo Minum untuk Sehat!’ dari Le Minerale di salah satu mall Jakarta beberapa waktu lalu.

Berikut 11 penyakit yang menghantui Anda karena kurang minum air mineral:

Dehidrasi kulit

 Elastisitas kulit Anda bergantung pada keseimbangan air yang cukup. Kurang minum air mineral juga bisa menyebabkan dehidrasi kulit atau kulit kering, kulit wajah berjerawat, dan bibir pecah-pecah.

Mengganggu persendian

Jika tubuh sampai kekurangan asupan air mineral, maka hal ini akan mengganggu otot dan persendian tubuh. Air yang kita minum sangat penting untuk membuat persendian bisa bergerak dengan lancar.

Jika kita kurang minum, maka persendian akan terasa lebih kaku. Selain itu, air juga memiliki peran besar dalam kelancaran aliran darah dan oksigen menuju otot dan otak.

Menurunkan sistem kekebalan tubuh

Akibat kurang minum air putih akan menyebabkan cairan yang dikeluarkan dalam bentuk urine tidak akan sebanyak biasanya. Meski terlihat sepele, hal ini ternyata berpengaruh besar pada seberapa banyak racun atau limbah yang dikeluarkan oleh tubuh.

Padahal, jika sampai racun dan limbah ini tidak benar-benar dibuang dengan baik, maka sistem kekebalan tubuh akan terganggu dan kita pun akan lebih mudah jatuh sakit.

Menyebabkan bau mulut

Bukan hal yang baru lagi, kurang minum juga bisa menyebabkan bau napas.

Jadi, minumlah segelas air dengan teratur karena dapat membantu menjaga aliran air liur, yang mampu menyapu bersih bakteri jahat penyebab napas berbau tak sedap.

Nyeri sendi

Sendi sangat membutuhkan cairan untuk tetap terlumasi agar berfungsi dengan baik karena akibat kurang minum akan menyebabkan nyeri pada persendian.

Minum banyak cairan dapat membantu menjaga tulang rawan tetap lunak, yang mengurangi kemungkinan terkena radang sendi atau masalah persendian lainnya.

Sakit kepala

Efek kurang minum air putih juga akan menyebabkan Anda merasa pusing atau lesu.

Jadi, segera mengganti cairan yang hilang dengan segera jika sakit kepala muncul dengan meminum air yang cukup.

Kadar kolesterol meningkat

Kekurangan minum akan mengakibatkan tubuh menghasilkan lebih banyak kolesterol untuk memastikan membran sel tetap lembap dan dapat terus memproses nutrisi dan produk limbah.

Sembelit

Air yang kita minum ternyata berpengaruh besar pada proses penyerapan makanan dan pembentukan kotoran di dalam usus.

Selain itu, kekurangan minum akan mengakibatkan usus tidak mampu berkontraksi dengan baik sehingga bisa menyebabkan masalah sembelit atau susah buang air besar (BAB). Jika hal ini kerap terjadi, risiko terkena wasir dan pendarahan rektum pun meningkat.

Mata sakit

Kekurangan minum akan mengakibatkan mata menjadi kering, teriritasi, dan merah. Kondisi itu karena di bagian mata biasanya dilindungi oleh lapisan tipis yang lembap, seperti air mata, yang mengandung air dan garam.

Berisiko meningkatkan penyakit batu ginjal

Akibat kurang minum air putih juga dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal. Meskipun sebagian besar dapat dikeluarkan oleh tubuh, jika batu ginjal cukup besar dapat menghambat saluran kemih dan menyebabkan sakit perut atau pangkal paha.

Jika mengalami dehidrasi parah, ada kemungkinan Anda bisa mengalami gagal ginjal akut.

Tekanan darah tinggi

Kurang minum akan mengurangi volume darah di pembuluh darah Anda saat idealnya, mereka harus 'kenyang'.

Agar organ tubuh Anda berfungsi dalam kondisi dehidrasi, tubuh Anda melepaskan hormon histamin. Zat ini menyebabkan pembuluh darah dan arteri berkontraksi, yang menyebabkan peningkatan tekanan darah Anda.

Banyak minum air juga meningkatkan sirkulasi, mengurangi penumpukan racun dan zat berbahaya lainnya yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

 "Oleh sebab itu, sistem di tubuh membutuhkan air mineral agar dapat berfungsi dengan baik. Karena air mineral berperan penting sebagai penghantar nutrisi dalam tubuh, membantu metabolisme sel tubuh, memelihara kesehatan kulit, membantu kinerja otot dan juga memperlancar sistem pencernaan," katadr. Milka Inkiriwang.

Menurutnya Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) memberikan himbauannya untuk menjaga kesehatan dengan gaya hidup yang baik dan benar. Selain berolahraga dan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, konsumsi air mineral berkualitas berperan penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Konsumsi minuman manis, berasa, bewarna yang banyak di pasaran dan digandrungi hingga menjadi gaya hidup masyakat kota sama sekali bukan cairan yang dibutuhkan tubuh, katanya.

"Air yang baik untuk tubuh adalah yang tidak berasa, tidak bewarna dan tidak berbau. Air mineral tidak dapat dibentuk oleh tubuh sendiri, sehingga penting untuk mencukupi asupan mineral dengan cara mengkonsumsi air mineral berkualitas, dan cukup yakni 8 gelas atau 2.4 liter sehari serta disertai konsumsi buah-buahan dan sayuran dapat menurunkan risiko penyakit di atas,” ujarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS