Heboh Balita Makan Kecoa, Hati-Hati Dampaknya Bisa Bikin Keracunan!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 05 Oktober 2019 | 11:25 WIB
Heboh Balita Makan Kecoa, Hati-Hati Dampaknya Bisa Bikin Keracunan!
Ilustrasi kecoak. [Shutterstock]

Suara.com - Kisah dua balita asal Cina yang memakan kecoa sempat menjadi perhatian publik ketika dibagikan di Facebook. Dua balita tersebut memakan kecoa ketika bermain sendirian tanpa pengawasan orangtuanya.

Saat itu, sang ibu baru saja menggantikan popok lalu meninggalkan mereka bermain di kamar karena ingin menyiapkan makanan. Tetapi, dua anak balita itu yang tadinya bersuara tiba-tiba hening.

Sang ibu lantas mengecek kondisi anak-anaknya yang ternyata sedang terdiam sambil memakan kecoa di kamar. Sang ibu yang terkejut langsung menghentikan dan mengeluarkan kecoa dari mulut anaknya.

"Aku tidak merasa jijik dengan hal itu. Tapi aku sempat harus mengeluarkannya secara paksa karena salah satu anak masih menggigit kaki kecoa dan tidak mau mengeluarkannya," katanya, dikutip dari World of Buzz.

Seperti yang Anda ketahui kecoa salah satu hewan yang sering bersarang di tempat paling kotor. Karena itu, sudah pasti kecoa hewan yang sangat jorok dan bisa membahayakan kesehatan manusia.

Melansir dari Batzner, kecoa dapat menyebarkan bakteri dan parasit yang hidup di dalamnya dengan cara mengontaminasi makanan kita. Dalam hal ini, kecoa bisa membuat kita terinfeksi bakteri.

Ilustrasi kecoa (shutterstock)
Ilustrasi kecoa (shutterstock)

Adapun bakteri yang dapat ditularkan dari kecoa, yakni bakteri pseudomonas aeruginosa dan baktero salmonella yang bisa menyebabkan keracunan serta penyakit tipus. Biasanya bakteri salmonella ini berada di kaki kecoa.

Selain itu, kecoa juga bisa mengontaminasi makanan dengan kotoran maupun air liurnya yang mengandung lebih banyak bakteri penyebab keracunan, diare dan infeksi staphylococcus.

Jangankan mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, menghirup debu yang mengandung kotoran kecoa atau bagian tubuhnya juga bisa menyebabkan reaksi alergi dan asma, terutama pada anak-anak.

Kecoa selalu mencari makanan di tempat sampah sehingga membuat banyak organisme bakteri menempel di kakinya. Jadi, sangat berbahaya jika kecoa hinggap di makanan kita, apalagi jika kita sampai memakannya.

Ilustrasi keracunan makanan. (Shutterstock)
Ilustrasi keracunan makanan. (Shutterstock)

Dengan melihat banyaknya risiko penyakit, penting bagi semua orang mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari kecoa yang mengancam kesehatan.

1. Tempatkan semua makanan atau bahan yang bisa dimakan dalam wadah yang tertutup rapat, termasuk makanan hewan peliharaan.

2. Buang sampah secara teratur.

3. Bersihkan semua area yang terkena tumpahan makanan, termasuk bawah kompor, lemari es, belakang lemari, dan bawah meja makan.

Sebab, tempat yang bersih akan membuat kecoa tidak akan mendekat dan mengontaminasi makanan Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awalnya Cuma Dijilat Anjing, Pria Ini Kehilangan Kedua Tangan dan Kakinya

Awalnya Cuma Dijilat Anjing, Pria Ini Kehilangan Kedua Tangan dan Kakinya

Health | Senin, 30 September 2019 | 14:45 WIB

Perawat RSUD Cianjur Keracunan Massal Usai Minum Susu Kedaluwarsa

Perawat RSUD Cianjur Keracunan Massal Usai Minum Susu Kedaluwarsa

Jabar | Minggu, 29 September 2019 | 06:19 WIB

Jangan Sembarangan, Ini Aturan Menggunakan Pakaian Saat Olahraga!

Jangan Sembarangan, Ini Aturan Menggunakan Pakaian Saat Olahraga!

Health | Sabtu, 28 September 2019 | 17:15 WIB

Peneliti: Bayi yang Dilahirkan Normal Terpapar Lebih Banyak Bakteri!

Peneliti: Bayi yang Dilahirkan Normal Terpapar Lebih Banyak Bakteri!

Health | Rabu, 25 September 2019 | 20:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB