Mendag: Minyak Goreng Curah Itu Minyak Bekas, Apa Bahayanya bagi Tubuh?

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Mendag: Minyak Goreng Curah Itu Minyak Bekas, Apa Bahayanya bagi Tubuh?
Ilustrasi memasak menggunakan minyak curah (Shutterstock)

Menteri Perdagangan mengatakan minyak goreng curah merupakan minyak bekas yang diolah lagi dengan cara tidak higienis.

Suara.com - Minyak goreng curah masih banyak diperjualbelikan di toko sembako dan tidak sedikit juga orang yang masih menggunakannya untuk keperluan sehari-hari.

Padahal, menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, minyak goreng curah tidak sehat untuk dikonsumsi.

"Minyak goreng curah itu tidak ada jaminan kesehatan. Itu minyak goreng bekas yang diolah sederhana dan tidak higienis," jelas Enggar pada Suara.com, Minggu (6/10/2019).

Oleh karenanya, Enggar meminta produsen untuk tidak lagi menyuplai minyak goreng untuk dijual secara curah.

"Alasan pertama karena kesehatan," sambungnya.

Ilustrasi minyak goreng. (Shutterstock)
Ilustrasi minyak goreng. (Shutterstock)

Melansir National Kidney Foundation Singapura, minyak goreng hanya bisa digunakan kembali sebanyak dua kali. Jika digunakan lebih dari itu, akan ada konsekuensi kesehatannya.

Menggunakan minyak goreng kembali lebih dari dua kali dapat:

- Tingkatkan paparan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel
- Mengurangi vitamin dan antioksidan yang peka terhadap panas setelah digunakan
- Kualitas minyak berubah

Ketika Anda ingin menyimpan minyak yang baru satu kali pakai, lakukan hal ini:

- Buang semua residu seperti remah setelah digoreng dengan menggunakan saringan atau kain katun tipis
- Biarkan minyak mendingin sampai suhu kamar sebelum disimpan dalam wadah kedap udara, jauh dari paparan udara dan cahaya.

Hal yang harus diingat adalah, untuk tidak menggunakan kembali minyak yang sudah gelap, berbau dan mulai kental.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS