Tes Kesehatan Mental Bikin Awam Lakukan 'Self Diagnose'? Ini Kata Pakar

Silfa Humairah Utami, Risna Halidi

Senin, 07 Oktober 2019 | 19:00 WIB
Tes Kesehatan Mental Bikin Awam Lakukan 'Self Diagnose'? Ini Kata Pakar
Seorang perempuan alami depresi. [shutterstock]

Suara.com - Tes Kesehatan Mental Bikin Awam Lakukan 'Self Diagnose'? Ini Kata Pakar

Isu kesehatan jiwa tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Selain karena dijadikan latar belakang film populer keluaran DC, berjudul Joker, dunia juga akan segera memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober setiap tahunnya.

Belum lama ini, influencer, Karin Novilda, melalui media sosial Twitter mencoba mengungkapkan keresahannya mengenai laman yang memberikan skor atas pertanyaan-pertanyaan tentang kesehatan mental.

Ditulis perempuan yang akrab disapa Karin tersebut, tes macam itu dapat menimbulkan salah persepsi sehingga orang mudah melakukan diagnosis sendiri bahwa dirinya memiliki depresi.

"Saya tau itu (tes kesehatan mental) dimaksudkan bukan buat diagnose. Tapi, apakah kalian tau orang Indonesia belum sepenuhnya aware tentang mental illness? Mereka bisa self-diagnose, dok. Dengan adanya web questionnaires yg bisa ngasih skor skor kesehatan mental orang lain. Saya yakin dokter lebih paham," tulis Karin meladeni seorang dokter yang menyangkal bahwa metode pertanyaan tersebut dibuat untuk melakukan diagnosis dalam Twitter.

Ditemui media di Gedung Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Sekretaris Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, dr. Agung Prijanto SpKJ mengatakan bahwa tes kesehatan mental ada ribuan macamnya.

"Instrumen seperti ribuan jumlahnya. Saya sarankan kepada teman-teman dan melalui media, gunakan instrumen yang sudah tervalidiasi oleh profesi oleh Kemenkes, yang sudah terstandar," kata Agung.

Di Kementerian Kesehatan RI sendiri, ada aplikasi yang disebut Sehat Jiwa. Aplikasi tersebut dapat diunggap secara gratis oleh pengguna ponsel pintar android.

Di dalamnya, terdapat tiga metode tes kesehatan deteksi dini yang digunakan yaitu metode CAGE untuk yang kecanduan alkohol, SRQ 20 untuk nyeri dan masalah umum dan GDS 15 yang diperuntukkan bagi instrumen depresi usia lanjut.

Hanya dengan masuk ke dalam aplikasi tersebut dan menjawab sekitar 20 pertanyaan 'Ya' atau 'Tidak'. Jika enam dari 20 pertanyaan dijawab 'Tidak', maka sesuai Balitbang Kemenkes RI, orang tersebut disarankan untuk segera menghubungi tenaga kesehatan jiwa terdekat untuk berkonsultasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Inggris, Wajib Tes Kesehatan Mental Sebelum Melakukan Botox dan Filler

Di Inggris, Wajib Tes Kesehatan Mental Sebelum Melakukan Botox dan Filler

Lifestyle | Senin, 29 April 2019 | 13:50 WIB

Pakar Ungkap Makan Roti untuk Sarapan Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Pakar Ungkap Makan Roti untuk Sarapan Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Health | Selasa, 16 April 2019 | 07:34 WIB

Kata Pakar, Kram Saat Lari Tidak Disarankan Dikompres Pakai Air Es

Kata Pakar, Kram Saat Lari Tidak Disarankan Dikompres Pakai Air Es

Health | Rabu, 06 Februari 2019 | 21:03 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB