Harus Waspada, Hamil Kembar Berisiko Tinggi Lahirkan Bayi Prematur

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 08 Oktober 2019 | 20:42 WIB
Harus Waspada, Hamil Kembar Berisiko Tinggi Lahirkan Bayi Prematur
Ilustrasi bayi kembar identik (Pixabay/3194556)

Suara.com - Irish Bella bukan satu-satunya perempuan yang punya masalah dengan kehamilan bayi kembar. Sebelumnya, adik Raffi Ahmad, Syahnaz, juga mengalami kekurangan zat besi dan berat badannya turun saat mengandung bayi kembar sehingga berisiko melahirkan prematur.

Sebuah fakta diungkap Dr. Ivan Sini, SpOG yang membenarkan kehamilan kembar lebih berisiko lahir prematur dibanding mereka yang mengandung bayi tunggal atau satu janin. Hal ini mengingat rahim perempuan normalnya diperuntukkan bagi satu bayi.

"Pernah kebayang, 6 kilo ditambah ketuban, jadi total sekitar 10 sampai 12 kilogram Anda kandung sampai 9 bulan. Pegel, nggak? Rahim juga pegal. Sehingga risiko untuk prematuritas tinggi. Belum kalau hamil dua, hamil tiga, hamil empat, duh nggak kebayang berapa besar potensi prematur kalau memang bayi kembar," papar Dr Ivan dalam Gathering Media Bersama Morula IVF Indonesia, Menteng, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2019)

Dokter yang juga Direktur Morula IVF Indonesia itu mengatakan, saat kehamilan terlampau besar dan berat, maka si ibu akan cenderung kurang gerak karena merasa berat. Lalu, mereka berisiko penyakit jantung dengan darah tinggi yang akhirnya memicu kontraksi, sehingga bayi lahir prematur atau bayi lahir sebelum menginjak 9 bulan kehamilan.

"Pasti kurang gerak, kemudian komplikasi darah tinggi meningkat, kemudian komplikasi perdarahan meningkat," tutur Dr. Ivan.

Serupa dengan rekannya, Dr. Arie Polim, SpOG mengakui adanya dua janin dalam satu rahim bisa membuat rahim lebih melebar, dan itu membuat kontraksi lebih sering terjadi. Bahkan hal tersebut juga dapat memicu air ketuban yang melindungi rahim jadi pecah.

"Kalau bayi satu misalnya 2 kilogram, kalau dua maka dikali 2 kilogram jadi 4 kilogram," jelas Dr. Arie

Kondisi ibu hamil bayi kembar juga harus sangat dijaga, ibu sama sekali tidak diperbolehkan mengalami kekurangan sel darah merah atau anemia. Anemia ini juga menyebabkan kontraksi sehingga bayi lahir prematur.

"Hb rendah, anemia namanya. Anemia bisa sebabkan kontraksi karena sel darah merahnya kurang, sehingga oksigennya kurang juga ke bayinya dan rahimnya jadi berkontraksi," tuturnya.

baca juga

"Intinya, perempuan hamil jangan sampai anemia," tegas Dr. Arie.

Di sisi lain, ibu hamil, khususnya hamil kembar, harus mendapat zat besi yang cukup untuk perkembangan janin. Lakukan kontrol tekanan darah, penyakit jantung, diabetes, dan perhatikan asupan obat yang dikonsumsi. Serta sesering dan serutin mungkin harus berkonsultasi dengan dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kehamilan Kembar Seperti Irish Bella, Ini Cara Jaga Kesehatan Ibu dan Janin

Kehamilan Kembar Seperti Irish Bella, Ini Cara Jaga Kesehatan Ibu dan Janin

Health | Selasa, 08 Oktober 2019 | 16:03 WIB

Bayi Prematur Berisiko Alami Penyakit Jantung Bawaan, Ini Alasannya

Bayi Prematur Berisiko Alami Penyakit Jantung Bawaan, Ini Alasannya

Health | Jum'at, 28 Juni 2019 | 09:05 WIB

Ini Pentingnya ASI Bagi Bayi Prematur

Ini Pentingnya ASI Bagi Bayi Prematur

Health | Senin, 03 Desember 2018 | 20:06 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×