5 Alasan Orang Mudah Marah, Salah Satunya Alami Gangguan Kecemasan

Vika Widiastuti | Suara.com

Rabu, 16 Oktober 2019 | 10:35 WIB
5 Alasan Orang Mudah Marah, Salah Satunya Alami Gangguan Kecemasan
Ilustrasi marah, emosi, stres, depresi. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah Anda sering marah dan merasa kesulitan mengontrol emosi, meski karena hal kecil? Marah sebenarnya adalah reaksi alami manusia, yang muncul ketika otak mengalami stres atau emosi yang intensif.

Jika tak ditangani dengan baik kemarahan tidak akan berujung baik. Misalnya, seseorang akan mulai menjauhi Anda yang justru akan membuat perasaan Anda semakin buruk.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari tahu apa yang menyebabkan Anda marah sepanjang waktu. Dilansir dari thehealthsite, berikut beberapa alasan mengapa orang mudah marah.

1. Ketakutan

Kemarahan tidak selalu tanda marah tentang sesuatu, melainkan bisa juga merupakan ekspresi rasa takut.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal SAGE Publishing, seseorang akan menunjukkan kemarahan jika ada yang mengusik citra, keberadaan, dan egonya.

Orang tersebut juga bisa mengungkapkan ketakutannya melalui kemarahan, jika ia merasa khawatir tentang kesejahteraan seseorang yang dia pedulikan.

Anda bisa mengendalikan ketakutan dengan cara membicarakannya pada keluarga atau teman-teman.

Ilustrasi perempuan ketakutan. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan ketakutan. (Shutterstock)

2. Memiliki masa lalu yang traumatis

Peristiwa traumatis seperti kekerasan, menyaksikan kematian brutal, kecelakaan, atau jika Anda mengalami masalah kesehatan yang serius, bisa menyebabkan gangguan stres pascatrauma.

Orang yang mengalami kondisi ini tidak dapat melupakan insiden traumatis di masa lalu yang dialaminya, hingga menyebabkan perasaan segala macam emosi termasuk kemarahan. Bahkan, setiap kali mereka berpikir tentang kejadian tersebut.

3. Merasa tak berdaya

Anda bisa merasa tidak berdaya jika tidak merasa hal-hal berjalan seperti yang Anda inginkan atau merasa tidak memiliki kendali atas apa yang Anda miliki, seperti menderita masalah kesehatan tertentu yang membuat Anda tidak bisa melakukan apapun untuk diri sendiri. Hal ini akan membuat Anda frustasi.

Kuncinya adalah menerima situasi tersebut dan mencoba menemukan perasaan berkuasa di tempat lain.

Rasa kesepian melanda usia atau periode orang tertentu. (Shutterstock)
Ilustrasi merenung. (Shutterstock)

4. Mengalami gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan bisa memicu semua emosi, termasuk kemarahan. Ketakutan yang bersifat sementara, menghilang setelah menyelesaikan masalah atau situasi, tetapi kecemasan adalah rasa takut tanpa alasan, yang sulit untuk dihadapi.

Sulit bagi orang yang menderita gangguan kecemasan untuk memahami apa yang menyebabkan gejala-gejala mental dan fisik seperti stres yang bisa membuatnya marah.

5. Kebiasaan buruk

Beberapa orang murah marah dengan orang lain daripada bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Hal ini kemudian menjadi kebiasaan dan reaksi seseorang ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anxiety Tidak Berbahaya, Itu Tandanya Sistem Tubuhmu Sedang Update

Anxiety Tidak Berbahaya, Itu Tandanya Sistem Tubuhmu Sedang Update

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 12:41 WIB

Dilema Generasi Muda Masa Kini: Antara Gaya Hidup dan Kecemasan Finansial

Dilema Generasi Muda Masa Kini: Antara Gaya Hidup dan Kecemasan Finansial

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 13:00 WIB

Urban Loneliness: Kesepian yang Mengintai Pekerja di Kota Besar

Urban Loneliness: Kesepian yang Mengintai Pekerja di Kota Besar

Your Say | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:05 WIB

Ketika Kecemasan Sosial Datang Bersamaan dengan Hari Raya

Ketika Kecemasan Sosial Datang Bersamaan dengan Hari Raya

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 19:00 WIB

Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?

Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 21:31 WIB

Tabungan Tipis, Anxiety Berlapis: Realitas Kecemasan Finansial Generasi Muda

Tabungan Tipis, Anxiety Berlapis: Realitas Kecemasan Finansial Generasi Muda

Your Say | Kamis, 05 Maret 2026 | 14:18 WIB

Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan

Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan

Your Say | Rabu, 04 Maret 2026 | 15:43 WIB

Kecemasan Gen Z: Apa yang Tersisa Saat AI Menguasai Dunia?

Kecemasan Gen Z: Apa yang Tersisa Saat AI Menguasai Dunia?

Your Say | Jum'at, 27 Februari 2026 | 16:00 WIB

Fenomena Kelas Menengah Pilih Sekolah Swasta: Tren atau Kecemasan?

Fenomena Kelas Menengah Pilih Sekolah Swasta: Tren atau Kecemasan?

Your Say | Kamis, 12 Februari 2026 | 16:50 WIB

Acha Septriasa Bicara soal Perselingkuhan dan Rasa Kesepian dalam Hubungan

Acha Septriasa Bicara soal Perselingkuhan dan Rasa Kesepian dalam Hubungan

Your Say | Rabu, 11 Februari 2026 | 11:35 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB