Saat Berhenti Merokok, Tubuh Mengalami Perubahan Drastis Berikut

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 02 November 2019 | 09:46 WIB
Saat Berhenti Merokok, Tubuh Mengalami Perubahan Drastis Berikut
Ilustrasi berhenti merokok. (Shutterstock)

Suara.com - Berhenti merokok mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Tetapi jika Anda berhasil melakukannya, itu bisa menjadi keputusan terbaik.

Ada banyak alasan untuk berhenti merokok. Salah satu manfaat utamanya tentu berkaitan dengan kesehatan. Sebab, merokok menjadi faktor risiko terbesar untuk kanker paru-paru.

Jika Anda berhenti merokok, Anda dapat mengurangi risiko kanker paru-paru hingga setengahnya, menurut NHS.

Ada juga sejumlah manfaat lain, termasuk meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan, meperbaiki pernapasan, dan tingkat kesuburan Anda. Penampilan kulit dan gigi Anda juga akan membaik.

Saat merokok, tubuh Anda akan terkena ribuan bahan kimia berbahaya.

Berhenti merokok dapat memiliki dampak drastis pada kesehatan Anda, dan tubuh Anda akan merespons dengan beberapa cara berbeda.

Cold turkey bukan metode terbaik berhenti merokok. (Shutterstock)
Cold turkey bukan metode terbaik berhenti merokok. (Shutterstock)

Tetapi Anda mungkin harus melalui periode yang sulit sebelum tubuh Anda sepenuhnya kembali ke kondisi yang lebih sehat.

Seperti dikutip dari Daily Star, ada perubahan drastis setelah Anda mematikan rokok terkahir untuk selamanya.

Tubuh Anda akan mulai merespons secara instan, dengan detak jantung Anda kembali normal setelah 20 menit.

Setelah delapan jam, kadar nikotin dan karbon monoksida dalam darah akan berkurang lebih dari setengahnya. Kadar oksigen dalam darah akan mulai kembali normal.

Hebatnya, setelah hanya 48 jam, karbon monoksida akan hilang dari tubuh. Pada titik ini paru-paru akan mulai membersihkan lendir dan mengisap puing-puing dari tubuh.

Anda mungkin juga memperhatikan kemampuan Anda untuk merasakan dan mencium akan meningkat karena tidak akan ada lagi nikotin yang tersisa di dalam tubuh.

Asap rokok mengganggu pernapasan, termasuk anak-anak yang usianya rentan saat terpaksa menghirupnya. Asap juga akan mengendap atau tertinggal di seisi kabin. [Shutterstock].
Asap rokok mengganggu pernapasan, termasuk anak-anak yang usianya rentan saat terpaksa menghirupnya. Asap juga akan mengendap atau tertinggal di seisi kabin. [Shutterstock].

Hanya setelah 72 jam, pernapasan Anda akan menjadi lebih mudah, saluran bronkial akan rileks dan Anda akan merasa lebih energik.

Kemudian, antara tiga hingga sembilan bulan setelah berhenti, Anda akan menikmati peningkatan fungsi paru 10%. Ini berarti akan lebih jarang mengalami batuk dan asma.

Nah, jika Anda berhasil mempertahankannya selama setahun, risiko penyakit jantung Anda akan menjadi setengah dari yang biasa terjadi saat merokok.

Risiko kanker paru-paru akan turun menjadi setengah dari perokok setelah 10 tahun.

15 tahun setelah rokok terakhir Anda, risiko serangan jantung akan turun ke level yang sama dengan non perokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Secangkir Yogurt Setiap Hari Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru!

Makan Secangkir Yogurt Setiap Hari Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru!

Health | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 19:11 WIB

Ria Irawan Masih Merokok Meski Kanker, Begini Cara Membantunya Berhenti

Ria Irawan Masih Merokok Meski Kanker, Begini Cara Membantunya Berhenti

Health | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 14:50 WIB

Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kematian Bayi di Bawah Usia Satu Tahun

Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kematian Bayi di Bawah Usia Satu Tahun

Health | Jum'at, 27 September 2019 | 19:30 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB