Viral Pria Mengeluh Istrinya 6 Tahun Tak Cukur Rambut Kemaluan, Perlukah?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Viral Pria Mengeluh Istrinya 6 Tahun Tak Cukur Rambut Kemaluan, Perlukah?
Ilustrasi wanita mencukur rambut kemaluannya (Shutterstock)

Saat ini sedang viral curhatan seorang pria yang mengeluh istrinya tak pernah mencukur rambut kemaluan selama 6 tahun.

Suara.com - Curhatan seorang pria 29 tahun tentang istrinya yang tak pernah cukur rambut kemaluan atau organ intim mendadak viral di media sosial Twitter.

Melalui akun Twitter @ko***gt*****hy, pria tersebut mengeluh istrinya yang tak pernah mencukur rambut kemaluan selama 6 tahun. Akibatnya, pria itu merasa tidak nyaman berhubungan intim dengan sang istri.

"Saya sudah sering ingatkan tapi gak mau cukur-cukur. Saya sering bilang keluhan saya dan tanya apa pernah trauma sama cukur bulu apa gimana dia bilang ga, cuma ga pengen aja cukur. Saya nggak tau lagi harus pakai cara apa ingetin istri biar istri ngerti," curhat pria itu.

"Saya risih lihatnya, saya jadi malas berhubungan badan. Paling hubungan badan kalau istri sudah maksa," imbuhnya.

Saking kesalnya, pria itu pun sempat berniat membelikan obat untuk merontokkan rambut kemaluan istrinya secara diam-diam.

Tetapi, apakah wanita perlu mencukur rambut kemaluannya?

Curhat pria soal ikebiasaan istrinya. (Twitter)
Curhat pria soal ikebiasaan istrinya. (Twitter)

Melansir dari hellosehat, rambut kemaluan sama halnya dengan rambut kepala yang memiliki kegunaan tersendiri. Fungsi utama rambut kemaluan untuk mengurangi gesekan ketika berhubunagn seksual dan mencegah infeksi bakteri, jamur maupun mikroba lain.

Sebenarnya, perlu atau tidaknya mencukur rambut kemaluan tergantung dengan diri sendiri. Namun, ada beberapa alasan umum yang mendorong perempuan lebih baik mencukur rambut kemaluannya.

Alasan itu antara lain merasakan kenyamanan setelah mencukur rambut kemaluan, menyenangkan suami, meningkatkan kepercayaan diri saat berhubungan intim hingga pikiran bahwa rambut yang menutupi kewanitaan bisa menurunkan nafsu pasangan.

Jadi, tidak ada manfaat khusus dari mencukur rambut kemaluan. Bahkan, mencukur rambut kemaluan juga bisa menghilangkan fungsinya yang menjaga dan melindungi kesehatan organ intim.

Ilustrasi vagina, organ intim perempuan. [Shutterstock]
Ilustrasi vagina, organ intim perempuan. [Shutterstock]

Jika lapisan organ intim yang sensitif dan tipis tidak lagi terlindungi oleh rambut, area tersebut lebih berisiko luka akibat gesekan hubungan seksual, terinfeksi bakteri, dan mempermudah masuknya mikroba.

Namun, mencukur rambut kemaluan juga perlu dilakukan selama Anda tidak memangkasnya nya terlalu pendek atau sampai habis. Anda juga disarankan menggunakan alat cukur dan krim yang tidak memicu iritasi ketika ingin mencukur rambut kemaluan.

Selain itu, cukur rambut kemaluan juga disarankan setiap 2-4 minggu sekali karena Anda tidak boleh terlalu sering menggunakannya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS