Waduh, Mantan Karyawan Tuduh Produk Rokok Elektrik Juul Tercemar

Vania Rossa | Risna Halidi
Waduh, Mantan Karyawan Tuduh Produk Rokok Elektrik Juul Tercemar
Ilustrasi rokok elektrik (Shutterstock).

Juul Labs, perusahaan rokok elektrik yang dituduh tersebut, membantahnya.

Suara.com - Seorang mantan petinggi di perusahaan rokok elektrik asal Amerika Serikat, Juul Labs, menuduh bahwa perusahaan tersebut secara sadar menjual 1 juta nikotin tercemar ke pelanggan.

Tuduhan itu muncul dalam gugatan yang diajukan oleh eksekutif keuangan yang telah dipecat oleh perusahaan rokok elektrik awal tahun ini. Gugatan tersebut mengatakan bahwa Juul telah memecat eksekutif keuangannya karena memprotes praktik perusahaan, termasuk pengiriman produk tercemar.

Juul adalah merek rokok elektronik terlaris di AS. Mereka tenawarkan alternatif menikmati nikotin berperisa yang digunakan dengan perangkat bertenaga baterai. Perusahaan ini dikepung oleh regulator federal AS dan negara bagian di tengah ledakan tingginya pengguna rokok elektrik di bawah umur.

Dilansir dari Times, seorang juru bicara perusahaan mengatakan bahwa tuduhan Juul mengirim produk tercemar adalah "tidak berdasar". Juru bicara itu mengatakan eksekutif keuangan dipecat karena ia gagal memenuhi standar tugasnya.

Sementara sejak akhir Agustus 2019 lalu, ratusan orang dilarikan ke rumah sakit dengan belasana orang meninggal dunia terkait penggunaan rokok elektrik di Amerika Serikat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS