Viral Layangan Putus, Psikolog Sebutkan 4 Faktor Utama Perselingkuhan

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 06 November 2019 | 08:00 WIB
Viral Layangan Putus, Psikolog Sebutkan 4 Faktor Utama Perselingkuhan
Ilustrasi layangan putus. (Unsplash/sanjoy saha)

Suara.com - Belum lama ini, kisah Layangan Putus sedang viral di media sosial. Kisah ini merupakan unggahan dari pengguna Facebook bernama Mommi_ASF.

Kisah ini menceritakan kisah permasalahan rumah tangga yang diduga dialami oleh Mommi_ASF sendiri.

Ia menceritakan bagaimana rumah tangganya yang sudah dibangun selama 8 tahun runtuh setelah sang suami secara diam-diam diketahui telah menjalin kasih dengan perempuan lain.

Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai karena sang istri tidak sanggup jika harus menjalani poligami.

"Pun selama setahun setengah menjalani poligami, yang aku rasakan memang kakiku sudah sakit sebelah. Ibarat dalam sisi medis, saran terbaiknya adalah mengamputasi kaki yang sudah luka dan membusuk, sebelum menjalar menyakiti organ lainnya," tulisnya.

Ilustrasi pasangan yang selingkuh. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan yang selingkuh. (Shutterstock)

Kisah ini pun langsung menyita perhatian warganet, bahkan sampai menjadi trending topic di Twitter.

Dalam cerita Mommi ASF tersebut, diketahui juga bahwa sang suami diduga telah bersama dengan perempuan lain saat rumah tangga mereka dalam kondisi baik-baik saja.

Berkaca dari kisah ini, tentu kita sadar bahwa perselingkuhan adalah hal yang cukup umum terjadi di masyarakat.

Seorang psikolog klinis kenamaan, Kasandra Putranto, pun menjelaskan kepada Suara.com bahwa perselingkuhan dapat terjadi karena adanya beberapa faktor, yakni :

baca juga
Ilustrasi suami selingkuh. (Shutterstock)
Ilustrasi suami selingkuh. (Shutterstock)

1. Pelaku selingkuh memiliki kebutuhan lebih besar dari yang bisa dipenuhi pasangannya.

2. Karena ada orang ketiga yang mau memenuhi kebutuhan dari pelaku perselingkuhan.

3. Karena situasi dan kondisi serta teknologi informasi yang sedemikian maju sehingga memudahkan akses atau kesempatan untuk melakukan perselingkuhan.

4. Bukan alasan namun ini seringkali terjadi, yaitu ketika pasangan dari pelaku perselingkuhan tidak menyadari atau tidak mengakui bahwa ada hal yang kurang, yang tidak dipenuhi olehnya sehingga menganggap hubungannya baik-baik saja.

Kasandra pun menambahkan, korban perselingkuhan memang sangat membutuhkan kekuatan untuk menghadapi permasalahan seperti ini. "Kunci utama dari sebuah kondisi pasca perselingkuhan adalah forgive and forget," jelasnya saat dihubungi Suara.com, Selasa (05/11/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tujuh Tahun Nikah Siri, Suami Istri Tuna Grahita Ini Resmi Tercatat di KUA

Tujuh Tahun Nikah Siri, Suami Istri Tuna Grahita Ini Resmi Tercatat di KUA

Jatim | Selasa, 05 November 2019 | 15:26 WIB

Pasangan Hobi Periksa Handphone, Tanda Punya Masalah Psikologis Ini

Pasangan Hobi Periksa Handphone, Tanda Punya Masalah Psikologis Ini

Lifestyle | Selasa, 05 November 2019 | 13:15 WIB

Milenial Harus Punya Rasa Percaya Diri, Apa Pentingnya? Ini Kata Psikolog

Milenial Harus Punya Rasa Percaya Diri, Apa Pentingnya? Ini Kata Psikolog

Health | Selasa, 05 November 2019 | 10:17 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×