Penderita Insomnia Lebih Berisiko Kena Penyakit Jantung dan Stroke

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 09 November 2019 | 11:06 WIB
Penderita Insomnia Lebih Berisiko Kena Penyakit Jantung dan Stroke
Ilustrasi insomnia (Shutterstock)

Suara.com - Bagi sebagian orang, susah tidur di malam hari atau insomnia adalah hal yang sangat menyebalkan. Selain karena membuat tidak tenang, masalah yang ditemui saat siang hari ketika beraktivitas juga sangat mengganggu, yaitu mengantuk.

Ditambah lagi saat ini ada sebuah penelitian baru yang menyebutkan orang insomnia berisiko lebih tinggi mengalami serangan jantung atau stroke. Hasil didapat setelah mengamati hampir 500.000 orang.

Mengutip Dailymail, Jumat (8/11/2019), penelitian dilakukan para peneliti China yang mengaitkan insomnia dan kondisi kesehatan yang memburuk. Imsomnia yang dialami oleh satu dari tiga orang dewasa ini dipercaya bisa mengubah fungsi tubuh.

Para ahli ini juga percaya bahwa kurang tidur bisa meningkatkan tekanan darah dan mengubah metabolisme tubuh, dan kedua faktor inilah yang pada akhirnya berisiko memunculkan penyakit jantung.

Selama satu dekade lamanya peneliti China mengikuti 480.000 orang, dengan rata-rata usia 51 tahun dan tidak punya riwayat penyakit jantung. Kemudian para relawan ini ditanya apakah mereka memikili 1 dari 3 gejala insomnia dalam periode satu minggu, seperti sulit tidur, bangun lebih awal, dan sulit fokus di siang hari.

Selain itu, peneliti juga melakukan penyesuaian faktor-faktor risiko stroke dan penyakit jantung lainnya, seperti konsumsi alkohol, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Lalu ditemukan penderita dengan tiga gejala insomnia sekaligus, berisiko 18 persen terserang stroke dan jantung.

Sementara mereka yang mengaku bangun lebih awal dan tidak bisa kembali tidur berisiko 7 persen. Dan mereka yang sulit fokus di siang hari, memiliki risiko 13 persen.

"Hasil ini menunjukkan bahwa jika kita bisa menargetkan orang yang mengalami kesulitan tidur dengan terapi perilaku, ada kemungkinan bahwa kita bisa mengurangi jumlah kasus stroke, serangan jantung dan penyakit lainnya," ungkap peneliti Dr. Liming Li, dari Universitas Beijing.

“Hubungan antara gejala insomnia dan penyakit ini (jantung dan stroke), bahkan lebih besar pada orang dewasa muda dan orang yang tidak punya tekanan darah tinggi pada awalnya. Jadi, di masa depan kita harus bisa mendeteksi dini dan mengintervensi dengan melihat kelompok (insomnia) yang rentan ini," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Gadis Derita Fibromyalgia, Kelainan yang Tak Dipahami Dokter

Kisah Gadis Derita Fibromyalgia, Kelainan yang Tak Dipahami Dokter

Health | Jum'at, 08 November 2019 | 18:02 WIB

Hari Stroke Sedunia, Ini Manfaat Hydrotherapy Untuk Pasien

Hari Stroke Sedunia, Ini Manfaat Hydrotherapy Untuk Pasien

Health | Selasa, 05 November 2019 | 05:00 WIB

Hobi Menonton Drama Sambil Rebahan, Remaja 19 Tahun Terserang Stroke

Hobi Menonton Drama Sambil Rebahan, Remaja 19 Tahun Terserang Stroke

Health | Jum'at, 01 November 2019 | 20:35 WIB

Terkini

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

×