Viral Cuitan Obat FG Troches Membuat Bakteri Kebal Antibiotik, Benarkah?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Kamis, 14 November 2019 | 08:05 WIB
Viral Cuitan Obat FG Troches Membuat Bakteri Kebal Antibiotik, Benarkah?
Ilustrasi obat antibiotik(Foto: shutterstock)

Suara.com - Hal pertama yang mungkin Anda lakukan saat merasa tenggorokan tidak enak atau mengalami peradangan adalah mengonsumsi obat yang dapat meredakannya secara cepat. FG Troches adalah salah satu obatnya.

FG Troches merupakan obat untuk mengatasi berbagai jenis peradangan. Mulai dari radang mulut, radang gusi, hingga radang tenggorokan.

Obat ini pun cukup mudah diakses oleh masyarakat karena dijual di toko obat pada umumnya.

Terkait hal ini, seorang pengguna Twitter @ehstetichuman mengimbau pada warganet untuk hati-hati dalam mengonsumsi FG Troches.

Ia menulis, obat yang umumnya dikonsumsi untuk menghilangkan radang tenggorokan ini mengandung antibiotik. Jadi, tidak dapat sembarangan saat mengonsumsinya.

Viral obat FG Troches. (Twitter/@ehstetichuman)
Viral obat FG Troches. (Twitter/@ehstetichuman)

Menurutnya, penggunaan yang salah justru dapat membuat bakteri di dalam tubuh resisten atau kebal terhadap antibiotik.

"Ternyata, FG Troches mengandung antibiotik pada komposisinya. Obat golongan antibiotik mempunyai aturan pada penggunaannya. Tidak bisa sembarangan, memang tidak berdampak langsung. Namun salah satu efek penggunaan antibiotik yang tidak tepat ialah terjadinya resistensi bakteri," cuit @ehstetichuman.

Ia menjelaskan, FG Throces mengandung dua jenis antibiotik, yaitu Fradiomycin sulfate dan Gramicidin-S HCl.

"Fradiomycin sulfate disebut juga Neomycin Sulfate yang merupakan antibiotik golongan aminoglikosida. Antibiotik golongan ini bersifat bakterisida (bersifat menghambat pertumbuhan serta membunuh bakteri) Fradiomycin tidak dapat membunuh virus, bakteri anaerob, dan jamur/fungi," tambahnya.

baca juga

"Gramicidin-S merupakan antibiotik yang bersifat lokal. Yang dapat secara aktif melawan bakteri gram positif, negatif dan jamur," lanjutnya.

Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri berubah dalam menanggapi penggunaan obat-obatan.

Bahkan, resistensi antibiotik meningkat ke tingkat yang sangat berbahaya di semua bagian dunia.

Ilustrasi bakteri. [Shutterstock]
Ilustrasi bakteri. [Shutterstock]

Cara pencegahannya, menurut WHO, adalah dengan melakukan hal di bawah ini:

  • Hanya gunakan antibiotik bila diresepkan oleh profesional kesehatan.
  • Selalu ikuti saran petugas kesehatan Anda saat menggunakan antibiotik.
  • Jangan pernah berbagi atau menggunakan antibiotik sisa.
  • Cegah infeksi dengan mencuci tangan secara teratur, menyiapkan makanan secara higienis, menghindari kontak dekat dengan orang sakit, melakukan hubungan seks yang lebih aman, dan menjaga agar vaksinasi selalu terbarui.
  • Siapkan makanan secara higienis.

Mengikuti WHO Five Keys to Safer Food, pastikan makanan tetap bersih, pisahkan mentah dan matang, masak sampai matang, simpan makanan pada suhu yang aman, gunakan air bersih dan bahan baku. Selain itu, pilih makanan yang telah diproduksi tanpa menggunakan antibiotik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Pemberian Obat Kedaluwarsa di Depok, Apakah Berisiko?

Kasus Pemberian Obat Kedaluwarsa di Depok, Apakah Berisiko?

Health | Kamis, 03 Oktober 2019 | 19:50 WIB

Benjolan di Kaki Dikira Gigitan Serangga, Pria Ini Ternyata Kena Leukemia

Benjolan di Kaki Dikira Gigitan Serangga, Pria Ini Ternyata Kena Leukemia

Health | Senin, 23 September 2019 | 19:10 WIB

Viral Wanita dapat Obat Kedaluwarsa dari Puskesmas, Benar Sudah Tak Aman?

Viral Wanita dapat Obat Kedaluwarsa dari Puskesmas, Benar Sudah Tak Aman?

Health | Kamis, 22 Agustus 2019 | 15:15 WIB

Bakteri Makin Resisten, Infeksi Saluran Kemih Dapat Sebabkan Kematian

Bakteri Makin Resisten, Infeksi Saluran Kemih Dapat Sebabkan Kematian

Health | Rabu, 17 Juli 2019 | 20:10 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×