Peneliti Temukan Telur di Indonesia Terkontaminasi Dioksin, Apa Bahayanya?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 19 November 2019 | 09:32 WIB
Peneliti Temukan Telur di Indonesia Terkontaminasi Dioksin, Apa Bahayanya?
Ilustrasi telur. (Shutterstock)

Suara.com - Limbah plastik salah satu permasalahan terbesar di negara-negara berkembang. Tanpa disadari, limbah plastik ini tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga makanan.

Laporan penelitian baru, dilansir dari sinchew.com, menyebutkan bagaimana kondisi telur Indonesia yang diproduksi di daerah terkontaminasi limbah plastik.

Hasilnya, ternyata telur di wilayah tersebut mengandung bahan kimia beracun seperti dioksin. Para ahli juga menduga bahwa membakar sampah plastik telah menyebabkan racun memasuki rantai makanan.

Penemuan ini dibuktikan setelah para peneliti mengumpulkan telur di daerah terkontaminasi limbah plastik di Jawa Timur. Lalu, mereka melakukan uji laboratorium dan menemukan telur mengandung dioksin, PFOS, serta bahan kimia lainnya.

Menurut mereka, orang dewasa yang mengonsumsi telur dari daerah terkontaminasi limbah plastik bisa menelan dioksin 70 kali lebih banyak dari standar UE.

telur (shutterstock)
telur (shutterstock)

Melansir dari WHO, dioksin adalah sekelompok senyawa yang berhubungan secara kimiawi dan merupakan polutan lingkungan persisten (POPs).

Dioksin ditemukan di seluruh dunia di lingkungan rawan dan mereka terakumulasi dalam rantai makanan, terutama jaringan lemak hewan. Bahkan, lebih dari 90 persen paparan manusia melalui makanan, terutama daging dan produk susu serta ikan dan kerang.

Senyawa kimia akibat limbah plastik ini sangat beracun dan bisa menyebabkan masalah reproduksi, perkembangan, merusak sistem kekebalan tubuh, mengganggu hormon, hingga menyebabkan kanker.

Aktivitas jual beli telur ayam di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (14/7/2018). [Suara.com/Oke Atmaja]
Aktivitas jual beli telur ayam di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (14/7/2018). [Suara.com/Oke Atmaja]

Paparan jangka pendek dioksin pada manusia dapat menyebabkan lesi kulit, seperti chloracne, kulit gelap dan fungsi hati berubah. Sedangkan paparan jangka panjang bisa menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh, sistem saraf yang berkembang, sistem endokrin, dan fungsi reproduksi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragis, Lelaki India Tewas Setelah Makan 42 Telur Sekaligus Demi Taruhan

Tragis, Lelaki India Tewas Setelah Makan 42 Telur Sekaligus Demi Taruhan

Lifestyle | Rabu, 06 November 2019 | 05:00 WIB

Taruhan Melahap 50 Telur, Pria Ini Tewas karena Makan Berlebihan

Taruhan Melahap 50 Telur, Pria Ini Tewas karena Makan Berlebihan

Health | Selasa, 05 November 2019 | 12:15 WIB

3 Makanan yang Baik untuk mencegah Penyakit Jantung, Apa Saja?

3 Makanan yang Baik untuk mencegah Penyakit Jantung, Apa Saja?

Health | Minggu, 27 Oktober 2019 | 11:15 WIB

Hari Telur Sedunia, Ini 7 Fakta Menariknya Lho

Hari Telur Sedunia, Ini 7 Fakta Menariknya Lho

Lifestyle | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 15:30 WIB

Terkini

Punya Pengalaman Pahit di GBK, Legenda Malaysia: Berat Lawan Timnas Indonesia di GBK

Punya Pengalaman Pahit di GBK, Legenda Malaysia: Berat Lawan Timnas Indonesia di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:58 WIB

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Pastikan Tak Hadiri Pemakaman

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Pastikan Tak Hadiri Pemakaman

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:50 WIB

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:47 WIB

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 13:45 WIB

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

×