Peneliti: Tingkat Racun Telur Ayam di Jatim Terparah Sedunia

Rendy Adrikni Sadikin | Rifan Aditya | Suara.com

Jum'at, 15 November 2019 | 20:50 WIB
Peneliti: Tingkat Racun Telur Ayam di Jatim Terparah Sedunia
Ilustrasi Telur (Pixabay/emirkrasnic)

Suara.com - Para peneliti dari jaringan kesehatan lingkungan global IPEN, bersama dengan Asosiasi Arnika dan beberapa organisasi lokal Indonesia merilis laporan "Plastic Waste Poisons Indonesia’s Food Chain".

Penelitian ini dilakukan di Tropodo, Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasi ini dibanjiri dengan limbah plastik impor dari Cina.

Disadur dari The Guardian, Jumat (15/11/2019), laporan penelitian yang dirilis pada November 2019 ini menyebutkan bahwa telur dari ayam yang mencari makan di sekitar tumpukan sampah plastik di Tropodo memiliki tingkat kontaminasi dioksin terparah sedunia.

Tingkat dioksin dalam telur ayam itu sama dengan telur yang ditemukan di Bien Hoa, Vietnam, yang dianggap sebagai salah satu lokasi paling terkontaminasi dioksin di Bumi.

Para peneliti mengumpulkan sampel telur ayam dari daerah Bangun dan Tropodo, Jawa Timur. Di Tropodo, limbah digunakan untuk bahan bakar pabrik tahu.

Studi ini menunjukkan kontaminasi bahan kimia berbahaya dalam rantai makanan di Asia Tenggara sebagai akibat dari kesalahan manajemen dan impor limbah plastik.

Menurut penelitian tersebut, orang dewasa yang makan satu telur dari ayam kampung yang mencari makan di sekitar pabrik di Tropodo dapat terkontaminasi dioksin tujuh kali lipat dari ambang batas yang ditoleransi oleh European Food Safety Authority.

Hal ini diperparah dengan volume impor sampah plastik Indonesia naik dua kali lipat antara tahun 2017 dan 2018.

Telur yang dikumpulkan para peneliti dari masyarakat ditemukan mengandung bahan kimia terlarang yang sangat berbahaya. Seperti dioksin, dan asam perfluorooctanesulfonic (PFOS).

Dioksin dapat menyebabkan berbagai penyakit serius pada manusia. Misalnya penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan endometriosis. PFOS menyebabkan kerusakan sistem reproduksi dan kekebalan tubuh.

“Limbah plastik adalah masalah polusi kimia beracun yang serius,” kata Yuyun Ismawati, pendiri Nexus3, salah satu LSM Indonesia yang terlibat dalam penelitian itu.

Sementara Lee Bell, penulis bersama laporan itu, mengatakan, "Temuan-temuan nyata ini menggambarkan bahaya plastik bagi kesehatan manusia dan harus menggerakkan para pembuat kebijakan untuk melarang pembakaran limbah plastik, mengatasi kontaminasi lingkungan, dan secara ketat mengontrol impor".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Hobi Mengintip, Ayah Kandung Tiap Malam Cabuli Anak Gadisnya

Dari Hobi Mengintip, Ayah Kandung Tiap Malam Cabuli Anak Gadisnya

Jatim | Kamis, 14 November 2019 | 11:36 WIB

Berdalih Tidak Perawan Lagi, Ayah Perkosa Anak Gadisnya 9 Kali

Berdalih Tidak Perawan Lagi, Ayah Perkosa Anak Gadisnya 9 Kali

Jatim | Kamis, 14 November 2019 | 09:34 WIB

Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan, Ojol Dilarang Masuk Polda Jatim

Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan, Ojol Dilarang Masuk Polda Jatim

Jatim | Rabu, 13 November 2019 | 13:12 WIB

Terkini

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB