Bikin Peneliti Takjub, Otak akan Beradaptasi Ketika Salah Satunya Diangkat

Jum'at, 22 November 2019 | 17:10 WIB
Bikin Peneliti Takjub, Otak akan Beradaptasi Ketika Salah Satunya Diangkat
Ilustrasi otak (Shutterstock).

Suara.com - Otak memiliki dua bagian, yang dikenal sebagai belahan otak. Masing-masing memiliki wilayah yang mengatur berbagai aspek fungsi fisik dan koginitif kita.

Bagian ini tidak bekerja secara terpisah. Sebaliknya, mereka berkomunikasi dengan membangun jaringan saraf kompleks yang memungkinan berbagai bagian tubuh dan pikiran melakukan sinkronasi dan bekerja secara harmonis.

Tetapi apa yang terjadi jika salah satu bagian otak ini diambil? Inilah situasi yang dihadapi oleh orang yang menjalani hemispherectomy, biasanya di masa kanak-kanak.

Jika Anda berpikir bahwa mengangkat salah satu otak akan menyebabkan mereka berfungsi secara berbeda, kemungkin Anda kurang tepat.

Menurut studi baru yang ditampilkan dalam Cell Reports, faktanya otak justru akan belajar untuk beradaptasi dengan kondisi ini.

Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan pada enam peserta yang telah menjalani hemispherectomy selama masa kanak-kanak sebagai pengobatan untuk kejang epilepsi.

Tim meminta peserta untuk menjalani pemindaian MRI, yang memungkinkan peneliti melacak aktivitas di otak saat istirahat.

Melansir Medical News Today, dengan membandingkan pemindaian otak, tim menemukan, kelompok yang telah menjalani hemispherectomy memiliki konektivitas jaringan otak yang lebih kuat, dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Tampilan otak secara mendetail melalui MRI teknologi baru. (Jurnal Biorxiv/ Brian L. Edlow)
Tampilan otak secara mendetail melalui MRI teknologi baru. (Jurnal Biorxiv/ Brian L. Edlow)

Wilayah otak yang menjadi fokus para peneliti adalah bagian yang mengatur penglihatan, gerakan, emosi, dan kognisi.

Baca Juga: Tak Sadar Makan Daging Babi Kurang Matang, Pria Ini Alami Infeksi Otak

Untuk mengkonfirmasi temuan ini, tim juga membandingkan pemindaian dengan data yang sebelumnya dikumpulkan oleh Brain Genomics Superstruct Project, yang telah mengumpulkan data otak dari lebih dari 1.500 peserta.

Hasilnya tetap, otak orang yang telah menjalani hemispherectomy masih berfungsi dengan sangat baik.

"Mereka memiliki kemampuan bahasa yang utuh. Saya masih kagum bahwa gambar-gambar (pemindaian MRI) ini berasal dari manusia yang baru saja saya ajak berbicara dan berjalan, serta mencurahkan waktunya untuk penelitian," jelas penulis studi, Dorit Kliemann, Ph.D., dari California Institute of Teknologi, di Pasadena.

Di masa depan, para peneliti berencana untuk melakukan penelitian lain untuk mencoba dan mereplikasi temuan saat ini.

Kemudian melangkah lebih jauh dengan membangun gambaran bagaimana otak mengatur ulang dirinya sendiri untuk menangani cedera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI