Kemenkes Beberkan Kronologi KLB Hepatitis A di Depok, Seperti Apa?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Kemenkes Beberkan Kronologi KLB Hepatitis A di Depok, Seperti Apa?
Kenali penyebab dan cara pengobatan Hepatitis A. (shutterstock)

Seperti apa kronologi persebaran jumlah wabah Hepatitis A di Depok? Bagaimana bisa terdeteksi, hingga di ketahui jumlahnya?

Suara.com - Kemenkes Beberkan Kronologi KLB Hepatitis A di Depok, Seperti Apa?

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono, M. Kes menyayangkan terlambatnya informasi terkai wabah Hepatitis A yang menjangkit SMPN 20 Depok untuk sampai ke Kemenkes RI.

Seharusnya kata Anung, kejadian ini sudah dilaporkan ke Kemenkes dalam 1x24 jam, saat ada penyakit yang sama secara serempak tiba-tiba terjadi. Laporan sejenis itu sudah diatur dalam sistem kewaspadaan dini yang wajib dilakukan dinas kesehatan kota terkait.

"Sempat mengingatkan teman-teman di Depok, kejadian tanggal 12 November, tapi laporan baru sampai tanggal 21 itu kan harusnya (dilaporkan) paling lambat ya tanggal 14 November sudah sampai kesini, 12 November harusnya 1x 24 jam di kabupaten, dari kabupaten ke provinsi ke kita, jadi satu kesatuan besar," ujar Anung saat konferensi pers di Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Lalu sebenarnya seperti apa kronologi persebaran jumlah wabah Hepatitis A di Depok? Bagaimana bisa terdeteksi, hingga di ketahui jumlahnya? Berikut kronologi berdasarkan laporan Kemenkes RI.

12 November 2019

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Depok terima telepon dari UPT Puskesmas Rangkapan Jaya, ada kasus Hepatitis di SMPN 20 Depok. Hasil verifikasi ada 6 murid dengan gejala hepatitis.

13 November 2019

Puskesmas Rangkapan Jaya melakukan investigasi ke SMPN 20 Depok. Didapatkan informasi 105 siswa absen, 10 orang dirawat di RS.

Siswi SMPN 20 Depok sedang jajan di sekitar sekolah. (Suara.com/Supriyadi)
Siswi SMPN 20 Depok sedang jajan di sekitar sekolah. (Suara.com/Supriyadi)

14 November 2019

Puskesmas Rangkapan Jaya investigasi lanjutan ditemukan kasus tambahan 16 orang penderita hepatitis (8 Orang dirawat di RS dan 8 orang berobat ke klinik Puskesmas).

18 November 2019

Dinkes Kota Depok melakukan investigasi lanjutan ditemukan 72 orang dengan gejala hepatitis A hasilnya 51 positif Rapid Diagnostic Test (RDT).

21 November 2019

Kemenkes menerima laporan adanya peningkatan kasus hepatitis A di Kota Depok.

21 November 2019

TGC (Tim Gerak Cepat) Kemkes turun investigasi bergabung dengan TGC DKK Depok. Teridentifikasi ada 138 kasus klinis hepatitis A. BBTKL (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan) Jakarta mengambil 15 sample hasil 1 positif (IJ/index case).

22 November 2019

TGC Gabungan melakukan investigasi terhadap index case di Bojong Gede Bogor.

Wabah Hepatitis Hantui Depok, 50 Siswa SMPN 20 Depok Jadi Korban [Suyara.com/Supriyadi]
Wabah Hepatitis Hantui Depok, 50 Siswa SMPN 20 Depok Jadi Korban [Suyara.com/Supriyadi]

26 November 2019

Tim TGC Gabungan melakukan pelacakan kasus ke lapangan karena adanya laporan dari RT, RW berlokasi sekitar SMPN 20 Depok bahwa dicurigai ada kasus tambahan.

28 November 2019

Kasus terakhir ditemukan sebanyak 2 kasus.

3 Desember 2019

Kumulatif kasus sampai dengan 2 Desember 2019 sebanyak 262 kasus.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS