Kemenkes Beberkan Kronologi KLB Hepatitis A di Depok, Seperti Apa?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 05 Desember 2019 | 07:10 WIB
Kemenkes Beberkan Kronologi KLB Hepatitis A di Depok, Seperti Apa?
Kenali penyebab dan cara pengobatan Hepatitis A. (shutterstock)

Suara.com - Kemenkes Beberkan Kronologi KLB Hepatitis A di Depok, Seperti Apa?

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono, M. Kes menyayangkan terlambatnya informasi terkai wabah Hepatitis A yang menjangkit SMPN 20 Depok untuk sampai ke Kemenkes RI.

Seharusnya kata Anung, kejadian ini sudah dilaporkan ke Kemenkes dalam 1x24 jam, saat ada penyakit yang sama secara serempak tiba-tiba terjadi. Laporan sejenis itu sudah diatur dalam sistem kewaspadaan dini yang wajib dilakukan dinas kesehatan kota terkait.

"Sempat mengingatkan teman-teman di Depok, kejadian tanggal 12 November, tapi laporan baru sampai tanggal 21 itu kan harusnya (dilaporkan) paling lambat ya tanggal 14 November sudah sampai kesini, 12 November harusnya 1x 24 jam di kabupaten, dari kabupaten ke provinsi ke kita, jadi satu kesatuan besar," ujar Anung saat konferensi pers di Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Lalu sebenarnya seperti apa kronologi persebaran jumlah wabah Hepatitis A di Depok? Bagaimana bisa terdeteksi, hingga di ketahui jumlahnya? Berikut kronologi berdasarkan laporan Kemenkes RI.

12 November 2019

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Depok terima telepon dari UPT Puskesmas Rangkapan Jaya, ada kasus Hepatitis di SMPN 20 Depok. Hasil verifikasi ada 6 murid dengan gejala hepatitis.

13 November 2019

baca juga

Puskesmas Rangkapan Jaya melakukan investigasi ke SMPN 20 Depok. Didapatkan informasi 105 siswa absen, 10 orang dirawat di RS.

Siswi SMPN 20 Depok sedang jajan di sekitar sekolah. (Suara.com/Supriyadi)
Siswi SMPN 20 Depok sedang jajan di sekitar sekolah. (Suara.com/Supriyadi)

14 November 2019

Puskesmas Rangkapan Jaya investigasi lanjutan ditemukan kasus tambahan 16 orang penderita hepatitis (8 Orang dirawat di RS dan 8 orang berobat ke klinik Puskesmas).

18 November 2019

Dinkes Kota Depok melakukan investigasi lanjutan ditemukan 72 orang dengan gejala hepatitis A hasilnya 51 positif Rapid Diagnostic Test (RDT).

21 November 2019

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Bicara Hepatitis A di Depok, Bayi 4 Bulan Meninggal Usai Dipijat

Kemenkes Bicara Hepatitis A di Depok, Bayi 4 Bulan Meninggal Usai Dipijat

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 20:55 WIB

Kemenkes Ungkap Jumlah Perkembangan KLB Hepatitis A di Depok

Kemenkes Ungkap Jumlah Perkembangan KLB Hepatitis A di Depok

Video | Rabu, 04 Desember 2019 | 20:07 WIB

Kemenkes Akui Wabah di Depok Tingkatkan Prevalensi Hepatitis A di 2019

Kemenkes Akui Wabah di Depok Tingkatkan Prevalensi Hepatitis A di 2019

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 18:17 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×