KLB Hepatitis A di Depok, Waspada Konsumsi Lalapan

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 05 Desember 2019 | 07:19 WIB
KLB Hepatitis A di Depok, Waspada Konsumsi Lalapan
Ilustrasi sayur mentah, lalapan. (Shutterstock)

Suara.com - Kota Depok, Jawa Barat, sedang dihebohkan karena menyandang status kejadian luar biasa (KLB) akibat wabah Hepatitis A yang menjangkit ratusan siswa SMPN 20 Depok.

Kemenkes RI mendata hingga kini tercatat 171 orang positif terpapar Hepatitis A dari 262 yang menjalani Rapid Diagnostic Test (RDT) karena mengalami gejala Hepatitis A.

Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Dr. dr. Irsan Hasan, Sp. PD. KGEH, mengatakan satu-satunya jalur yang bisa menularkan virus hepatitis hanyalah melalui mulut. Biasanya lewat makanan yang tercemar atau orang yang tidak bisa menjaga kebersihan saat makan, sehingga virus masuk.

"Virus ini kalau masuk, masuknya kan lewat mulut, tertelan masuk ke lambung. (Padahal) lambung itu asam, tapi hebatnya virus hepatitis A ini super kebal, dia tahan terhadap asam, dia tahan terhadap dingin, di dalam es pun dia bisa hidup. Tapi dia tidak tahan pada panas," ujar dr. Irsan saat konferensi pers di Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Dr. dr. Irsan Hasan, Sp. PD. KGEH. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Dr. dr. Irsan Hasan, Sp. PD. KGEH. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Masalahnya, kata dr. Irsan, Depok masih mengadaptasi kebiasaan orang Jawa Barat, yaitu suka mengonsumsi sayuran mentah alias lalapan. Kebiasaan ini bisa jadi potensi penularan, apalagi jika sebelum dikonsumsi sayuran tidak dicuci dan dibersihkan dengan benar terlebih dahulu.

Fenomena ini seperti halnya di Amerika masih terjadi kasus hepatitis. Seperti lalap, ahli menghubungkannya dengan kebiasaan makan salad atau sayur-sayuran yang tidak dijaga kebersihannya.

"Sebetulnya yang penting dibilas. Jadi, kalau mau makan, dicuci dibersihkan. Jadi tetap boleh makan lalap asal dibersihkan, karena nggak mungkin lalap itu dipanaskan sampai 90 derajat. Jadi, sekali lagi kebersihan," terang dr. Irsan.

Virus ini jika sudah masuk ke usus, maka ia akan berkembang di sana, lalu menyebar ke liver atau hati. Nah, yang bisa menular, karena sebagian virus bersarang di usus lalu keluar saat manusia buang air besar. Saat sehabis vuabg air besar, tidak mencuci tangan dengan benar lalu kotoran terkena makanan, maka ia akan terjangkit atau tertular.

"Kalau dia ke WC cuci tangan nggak bener, berarti nggak terbuang semua, kemudian akan jadi sebuah kuman. Jadi nomer satu cuci tangan. Kalau sudah cuci tangan, berharap akan bagus akan bersih," tutup dr. Irsan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Beberkan Kronologi KLB Hepatitis A di Depok, Seperti Apa?

Kemenkes Beberkan Kronologi KLB Hepatitis A di Depok, Seperti Apa?

Health | Kamis, 05 Desember 2019 | 07:10 WIB

Kemenkes Bicara Hepatitis A di Depok, Bayi 4 Bulan Meninggal Usai Dipijat

Kemenkes Bicara Hepatitis A di Depok, Bayi 4 Bulan Meninggal Usai Dipijat

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 20:55 WIB

Wabah Hepatitis A di Depok, Kemenkes Imbau Jakarta hingga Bekasi Waspada

Wabah Hepatitis A di Depok, Kemenkes Imbau Jakarta hingga Bekasi Waspada

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 21:55 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB