TBC Rentan Menyebar di Dalam Rutan

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 12 Desember 2019 | 14:07 WIB
TBC Rentan Menyebar di Dalam Rutan
Ilustrasi Tuberculosis. (Shutterstock)

Suara.com - TBC Rentan Menyebar di Dalam Rutan

Indonesia masuk ke dalam 3 besar negara dengan tingkat tuberculosis atau TBC tertinggi di dunia. Hal ini membuat Indonesia berpikir esktra keras untuk mengeliminasi bakteri yang banyak menjangkit paru-paru ini. Termasuk dengan mengidentifikasi kantong-kantong dimana bakteri itu bisa berkembang pesat.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono, M. Kes, menyebut lapas jadi sarang dan percepatan TBC menyebar, dan ini jadi satu kendala khusus. Mengingat, dalam satu sel penjara, jumlah penghuninya mencapai puluhan orang. Jika ada satu yang terjangkit, maka puluhan narapidana lain yang satu sel dengannya akan ikut terjangkit.

"Kalau satu batuk karena TB, itu bisa menyebar. Faktanya, sanitasi, tidur bergelantung, saya nggak tega di Lapas Cipinang," ujar dr. Anung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Persebaran virus TB sangat cepat terjadi pada orang yang mengidap penyakit yang menyertainya, seperti penyakit HIV dan diabetes yang membuat daya tahan tubuh menurun. Biasanya, saat itulah TB menyerang. Apalagi fasilitas dan kebersihan lapas atau rutan yang kurang memadai.

"Karena mereka keberatan kalau hanya dilakukan skrining tidak dilanjutkan sampai pengobatan," ungkap Anung.

Sedangkan Anung juga menyayangkan sistem pengobatan harus lebih dulu menggunakan faskes atau fasilitas kesehatan yang harus di data satu persatu, karena Kemenkes menyediakan obat TB. Jadi, siapapun mereka harus mendapat dari sumbernya secara resmi.

"Obat dari Kemenkes, sama dengan lapas, obat TB tidak jual di luar, untuk mencegah resistensi, jadi obat TB itu hanya disediakan oleh pemerintah, tidak dijual bebas, itu semua free tidak ditanggung rakyat, bukan obat gratisan," imbuhnya.

Apalagi dalam pengobatan di lapas, tidak semua orang punya hak memasuki. Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan juga tidak bisa membawa obat-obatkan ke dalam lapas yang jelas sangat sulit.

Belum banyak yang paham, seperti lapas, itu tempat yang memungkinkan penularan lebih cepat. Kalau 1 batuk, semua otomatis akan tertular, mengingat kapasitas sel yang sering overload atau melebihi kapasitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Siapkan Perpres Demi Eliminasi TBC, Apa Saja Isinya?

Pemerintah Siapkan Perpres Demi Eliminasi TBC, Apa Saja Isinya?

Health | Rabu, 11 Desember 2019 | 05:05 WIB

Indonesia Masuk 3 Besar TB Dunia, Menkes Terawan Perkuat Deteksi Dini

Indonesia Masuk 3 Besar TB Dunia, Menkes Terawan Perkuat Deteksi Dini

Health | Selasa, 10 Desember 2019 | 23:03 WIB

Bisa Sebabkan Kematian, TBC Sulit Dideteksi Pada Anak-anak

Bisa Sebabkan Kematian, TBC Sulit Dideteksi Pada Anak-anak

Health | Selasa, 10 Desember 2019 | 19:59 WIB

Terkini

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB