Edukasi Gizi ke Masyarakat Kini Bisa Lewat Pendekatan Agama

Ade Indra Kusuma, Risna Halidi

Kamis, 26 Desember 2019 | 16:14 WIB
Edukasi Gizi ke Masyarakat Kini Bisa Lewat Pendekatan Agama
Ilustrasi ulama, pemuka agama beri ceramah, pesan, wejangan [shutterstock]

Suara.com - Edukasi Gizi ke Masyarakat Kini Bisa Lewat Pendekatan Agama

Edukasi isu kesehatan dan gizi kepada masyarakat Indonesia tak hanya bisa mengandalkan petugas kesehatan saja. Kadang, pemuka agama seperti alim ulama dan serikat keagamaan lebih didengar pendapatnya dari pada para pekerja medis.

Itu juga yang coba dilakukan oleh kader PP Muslimat NU dan PP Aisyiyah yang melakukan edukasi konsumsi Susu Kental Manis atau SKM yang salah di masyarakat.

Menurut Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa, banyak masyarakat Indonesia yang menyalahgunakan SKM sebagai pengganti susu untuk anak. Padahal, SKM tidak memiliki kandungan gizi yang baik bagi anak dan tidak tepat dijadikan sebagai minuman susu. "Ini tinggi gula dan harusnya jadi topping, bukan minuman," kata Chairunnisa di Jakarta, Kamis, (26/12/2019).

Ilustrasi ahli gizi, penanganan gizi, gizi seimbang [shutterstock]
Ilustrasi ahli gizi, penanganan gizi, gizi seimbang [shutterstock]

Saat memberikan edukasi itu, Chairunnisa dan organisasi yang ia pimpin sengaja membawa pendekatan agama pada isu-isu kesehatan. "Menjaga kesehatan sebagai sebuah kewajiban dan (konsumsi) SKM dapat membuat kekurangan gizi pada bayi," tambahnya.

Salah satu hal yang ia lakukan adalah mengutif surat Albaqarah ayat 168 dalam kitab suci agama Islam, Alquran.

"Kami memakai surat Albaqarah. Kriteria toyyibah itu adalah gizinya selain halal juga baik. SKM ini kan kurang bagus tidak dipakai sesuai fungsinya. Harusnya tidak diberikan untuk anak kecil sebagai minuman, tapi topping," tambahnya.

Selain itu, Chairunnisa juga mengatakan bahwa agama Islam mengimbau penganutnya untuk tidak menciptakan generasi lemah. Pada kaitan ini, ia menghubungkan bagaimana SKM yang tidak diberikan sesuai fungsinya akan membuat anak mengalami kekurangan gizi.

Ke depan, pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan pemerintah pusat seperti Kemenkes agar kader sayap organisasi NU tersebut dapat bekerja sama melakukan edukasi gizi kepada masyarakat dan menggandeng fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu Puskesmas.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bergosip Memang Asik, Tapi Ketahui Dulu Dampak Jangka Panjangnya

Bergosip Memang Asik, Tapi Ketahui Dulu Dampak Jangka Panjangnya

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 15:18 WIB

Gerhana Matahari Bisa Pengaruhi Kesehatan Mata, Begini Gejalanya!

Gerhana Matahari Bisa Pengaruhi Kesehatan Mata, Begini Gejalanya!

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 14:08 WIB

Solar Retinopathy, Gangguan Kesehatan Mata Akibat Menatap Gerhana Matahari

Solar Retinopathy, Gangguan Kesehatan Mata Akibat Menatap Gerhana Matahari

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 10:18 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB