Korban Banjir Meninggal karena Hipotermia, Ketahui Tanda-tandanya!

Sabtu, 04 Januari 2020 | 18:40 WIB
Korban Banjir Meninggal karena Hipotermia, Ketahui Tanda-tandanya!
Ilustrasi Hipotermia [shutterstock]

Suara.com - Bencana banjir yang melanda Jabodetabek telah menelan 43 korban jiwa meninggal dunia per Jumat (3/1/2020) pukul 09.00 WIB. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 3 orang di antaranya meninggal dunia akibat hipotermia.

Hipotermia salah satu penyakit yang rentan menyerang korban banjir, terutama pada anak-anak yang terlalu lama terperangkap banjir. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah tingkat yang aman dan bisa berakibat fatal.

Dalam kondisi sehat, dilansir dari medicalnewstoday.com, tubuh mempertahankan suhunya relatif stabil sekitar 37 derajat celcius. Jika lingkungan terlalu dingin atau tubuh tidak mampu menghasilkan panas yang cukup, suhu inti bisa turun dan terjadi hipotermia.

Ketika hipotermia mulai terjadi, seseorang akan lebih sulit berpikir, bergerak dan mengambil tindakan pencegahan. Kondisi ini berbahaya karena situ orang yang memiliki hipotermia tidak akan berusaha untuk menjaga diri mereka tetap hangat dan aman.

Jika orang hipotermia sudah berhenti menggigil, hal ini justru menandakan bahwa kondisi mereka semakin memburuk. Seseorang berisiko berbaring, tertidur, dan sekarat.

Banjir di Panjaringan. (Antara)
Banjir di Panjaringan. (Antara)

Adapun gejala hipotermia yang paling umum, antara lain

  1. Menggigil berlebihan
  2. Napas melambat
  3. Bicara melambat
  4. Kecanggungan
  5. Kebingungan

Seseorang yang memiliki kelelahan berlebihan, denyut nadi lemah atau tidak sadar juga bisa menjadi tanda hipotermia. Perawatan medis pada orang dengan hipotermia sangat diperlukan segera untuk mencegah komplikasi.

Semakin lama orang menunggu perawatan medis, makan makin banyak kemungkinan munculnya komplikasi akibat hipotermia, seperti yang dilansir dari healthline.com berikut ini:

  1. Radang dingin atau kematian jaringan yang merupakan komplikasi paling umum ketika jaringan tubuh membeku.
  2. Chilblains atau kerusakan saraf dan pembukuh darah
  3. Gangren atau kerusakan jaringan
  4. Parit kaki, yang merupakan penghancuran saraf dan pembuluh darah dari perendaman air.

Dalam kasus yang lebih serius, hipotermia berat bisa menyebabkan kematian.

Baca Juga: Bayi Sungsang Jadi Alasan Syahnaz Sadiqah Pilih Operasi Cesar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI