Tren Baru Cat Kuku untuk Vegetarian, Produk Tak Mengandung Unsur Hewani

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 14 Januari 2020 | 19:48 WIB
Tren Baru Cat Kuku untuk Vegetarian, Produk Tak Mengandung Unsur Hewani
Ilustrasi cat kuku (Instagram/@jennynails)

Suara.com - Produk vegan ternyata tidak hanya sebatas makanan saja. Sekarang sudah ada cat kuku vegan yang khusus dibuat bagi orang-orang vegetarian.

Berdasarkan Vegansociety.com, cat kuku vegan merupakan produk yang bebas dari bahan-bahan turunan hewani, tetapi juga dinilai 'rendah toksik' dari kebanyakan cat kuku biasa.

Produk vegan, termasuk cat kuku, akan diuji pada hewan sebelum dipasarkan. Tujuannya sebagai pengukuran keamanan terhadap potensi tuntutan hukum jika konsumen mengalami ancaman terhadap kesehatan setelah menggunakan produk mereka.

Dengan kata lain, produk mereka mengandung bahan kimia keras.

Alasan lainnya mengapa produsen menguji produknya terhadap hewan adalah karena mereka diharuskan oleh hukum untuk melakukannya. Misalnya, setiap produk yang diimpor ke China harus diuji pada hewan.

Warna cat kuku favorit. (Unsplash)
Warna cat kuku favorit. (Unsplash)

Sedangkan bahan kosmetik berasal dari hewan yang umum digunakan adalah:

1. Guanine atau sari mutiara alami (CI 75170), zat pengilap yang dihasilkan dari pengolahan sisik ikan.

2. Carmine atau natural red 4 (CI 75470), merupakan pigmen merah cerah yang berasal dari serangga. Pewarna ini tidak hanya digunakan pada produk kosmetik saja, tetapi juga pada makanan.

3. Keratin, merupakan protein hewani yang berasal dari mamalia seperti sapi, kuda, babi, kelinci dan lainnya. Zat ini berfungsi untuk memperkuat rambut, kuku dan bahkan kulit yang rusak.

Jadi, jika cat kuku mengandung bahan-bahan yang berasal dari hewan dan diuji pada hewan, itu bukanlah produk vegan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Lebih Banyak Jeroan Dikaitkan dengan Bisa Menyelamatkan Bumi

Makan Lebih Banyak Jeroan Dikaitkan dengan Bisa Menyelamatkan Bumi

Health | Senin, 13 Januari 2020 | 08:00 WIB

Bisa Merusak Saraf, Ini Tips Cegah Keracunan Merkuri dari Produk Kosmetik

Bisa Merusak Saraf, Ini Tips Cegah Keracunan Merkuri dari Produk Kosmetik

Lifestyle | Sabtu, 11 Januari 2020 | 17:35 WIB

Diduga Terpapar Antraks, Ratusan Warga Gunungkidul Diberi Antibiotik

Diduga Terpapar Antraks, Ratusan Warga Gunungkidul Diberi Antibiotik

Jogja | Sabtu, 11 Januari 2020 | 13:45 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB