3 Berita Kesehatan Seputar KLB Antraks di Gunung Kidul

Vania Rossa

Sabtu, 18 Januari 2020 | 19:27 WIB
3 Berita Kesehatan Seputar KLB Antraks di Gunung Kidul
Vaksin sapi antraks. (Suara.com/Putu)

Suara.com - Kabupaten Gunungkidul, yang dikenal sebagai kawasan kapur, disinyalir menjadi tempat nyaman tumbuhnya spora bakteri Bacillus anthracis, yang menyebabkan penyakit antraks. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu kasus antraks terus saja muncul di kabupaten tersebut.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) antraks atau penyakit sapi gila di Kabupaten Gunungkidul pasca-meninggalnya sejumlah ternak dan 27 warga dinyatakan positif antraks beberapa pekan terakhir. Karenanya, penanganan kasus yang terus berulang tersebut harus ditangani secara komprehensif. 

Inilah kumpulan berita kesehatan seputar antraks hari ini, Sabtu (18/1/2020).

1. Gunungkidul KLB Antraks, Setop Sembelih Hewan Sakit atau Mati Mendadak!

Dosen UGM memberikan keterangan soal kasus antraks di Gunungkidul, Sabtu (18/1/2020). - (Suara.com/Putu)
Dosen UGM memberikan keterangan soal kasus antraks di Gunungkidul, Sabtu (18/1/2020). - (Suara.com/Putu)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) antraks atau penyakit sapi gila di Kabupaten Gunungkidul pasca-meninggalnya sejumlah ternak dan 27 warga dinyatakan positif antraks beberapa pekan terakhir. Karenanya, penanganan kasus yang terus berulang tersebut harus ditangani secara komprehensif.

Dekan Fakultas Peternakan UGM Ali Agus di kampus setempat, Sabtu (18/1/2020), mengungkapkan, penanganan kasus antraks di Gunungkidul harus dilakukan secara komprehensif. Sebab, antraks bisa menyebar luas bila tidak ditangani bersama-sama.

Baca selengkapnya

2. Ahli UGM: Gunungkidul Kawasan Kapur, Spora Antraks Lebih Betah Hidup

Dosen UGM memberikan keterangan soal kasus antraks di Gunungkidul, Sabtu (18/1/2020). - (Suara.com/Putu)
Dosen UGM memberikan keterangan soal kasus antraks di Gunungkidul, Sabtu (18/1/2020). - (Suara.com/Putu)

Kabupaten Gunungkidul, yang dikenal sebagai kawasan kapur, disinyalir menjadi tempat nyaman tumbuhnya spora bakteri Bacillus anthracis, yang menyebabkan penyakit antraks. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu kasus antraks terus saja muncul di kabupaten tersebut.

baca juga

“Spora suka dengan kapur, adanya CaCO3 itu kapur membuat spora lebih nyaman di situ,” ujar Prof AETH Wahyuni, dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedoktetan Hewan (FKH) UGM di kampus setempat, Sabtu (18/1/2020).

Baca selengkapnya

3. Jangan Disembelih, Bangkai Hewan yang Terkena Antraks Harus Dikubur

Ilustrasi sapi - (Pixabay/athree23)
Ilustrasi sapi - (Pixabay/athree23)

Kejadian Luar Biasa (KLB) antraks yang mewabah di Kabupaten Gunungkidul telah membuat masyarakat khawatir, meski sebenarnya tidak perlu berperilaku demikian.

"Jangan takut berlebihan, yang penting tetap siaga," ujar Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ali Agus, ketika ditemui di Kantor Pusat UGM, Sabtu (18/1/2020).

Baca selengkapnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Disembelih, Bangkai Hewan yang Terkena Antraks Harus Dikubur

Jangan Disembelih, Bangkai Hewan yang Terkena Antraks Harus Dikubur

Health | Sabtu, 18 Januari 2020 | 18:59 WIB

Ahli UGM: Gunungkidul Kawasan Kapur, Spora Antraks Lebih Betah Hidup

Ahli UGM: Gunungkidul Kawasan Kapur, Spora Antraks Lebih Betah Hidup

Jogja | Sabtu, 18 Januari 2020 | 17:59 WIB

Gunungkidul KLB Antraks, Setop Sembelih Hewan Sakit atau Mati Mendadak!

Gunungkidul KLB Antraks, Setop Sembelih Hewan Sakit atau Mati Mendadak!

Jogja | Sabtu, 18 Januari 2020 | 14:32 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×